Kita Butuh Pertukaran Bebas

Kita Butuh Pertukaran Bebas
Ilustrasi: http://1.bp.blogspot.com

Kita membutuhkan pertukaran bebas gagasan-gagasan, sebesar kebutuhan kita pada pertukaran bebas barang-barang.

Nalar Warga Ada barang bagus, ada barang buruk. Kebebasan membuka penjual keduanya berkompetisi secara bebas di pasar, meyakinkan calon pembeli bahwa barangnya lebih bagus dari yang lain.

Ada kemungkinan barang buruk memenangkan pasar, jika penjualnya lihai, lebih lihai dari penjual barang bagus yang overconfident dengan kualitas barangnya tapi lupa mengasah skill bagaimana menjual di pasar.

Tapi jangan pernah berharap intervensi negara dalam pasar. Ini adalah mental penjual yang malas otokritik karena barangnya gak laku di pasar. Intervensi adalah kesewenang-wenangan, sekali ini mungkin intervensi menguntungkan Anda, tapi besok lawan Anda yang mungkin diuntungkan.

Hari ini mungkin produsen lawan Anda ditutup aksesnya ke pasar, tapi besok mungkin giliran Anda. Kesewenang-wenangan hanya berdampak pada ketidakbebasan, mungkin hari ini sedikit, tapi besok akan bertambah, sampai Anda dipaksa membeli “izin” untuk sesuatu yang sebenarnya hak Anda.

Ada barang bagus, ada barang buruk. Ada gagasan bagus, ada gagasan buruk. Kebebasan pasar membuka peluang keduanya, dan mungkin yang lebih bagus menang. Tapi barang dan gagasan bagus tidak punya kesempatan muncul dalam pasar yang diintervensi.

Kita membutuhkan pertukaran bebas gagasan-gagasan, sebesar kebutuhan kita pada pertukaran bebas barang-barang.

*Nanang Sunandar

___________________

Artikel Terkait: