Kita Harus Jatuh agar Tahu Caranya Berdiri

“Apa pesan terakhir bapak ke kamu?”

“Elang harus jadi orang baik, dan gak boleh merugikan rakyat kecil?”

“Kapan bapakmu bilang kamu gak boleh jadi pengusaha? Bapakmu kasih nama kamu Elang biar kamu bisa terbang tinggi. Tapi pas bapakmu jatuh, dia takut kamu jatuh juga. Yang bapakmu lupa, jatuh itu bagian dari hidup. Kamu harus jatuh biar tahu caranya berdiri.”

Sang ibu juga menjelaskan, sejak bencana yang dialami keluarganya, suaminya terus-terusan hidup bersama ketakutan. Fatalnya, ketakutan itu ditularkan ke anak semata wayangnya, Elang.

“Tapi satu hal yang ibu tahu, sampai akhir hayatnya, bapakmu sayang sama kamu, sayang sama ibu. Dia cuma takut kamu kayak dia,” terangnya kepada Elang.

“Tapi ini hidup kamu, Lang. Apa pun yang kamu lakukan, bapak dan ibu pasti bangga,” tutup sang ibu mengakhiri.

Di penghujung kisah, Elang akhirnya ikut kompetisi yang disarankan kekasihnya. Teman-teman Ina heran kenapa dia membolehkan pacarnya memilih kegiatan yang kelak akan menyaingi bidang profesinya sendiri.

“Kok kamu ngebolehin cowokmu jadi kompetitor?”

“Gak apa-apa. Dia sudah bebas. Dia bisa jadi apa saja yang dia mau.”

*Yang suka kisahnya versi film, tonton di sini saja: Jangan Kekang Dia yang Bisa Terbang (Short Movie)

Baca juga:
Maman Suratman
Latest posts by Maman Suratman (see all)