Konflik Ukraina – Pergulatan Midgame II

Pada waktu Cina membantu Iran mengatasi sanksi Amerika, Amerika meminta Canada menawan CFO Huawei, yang akhirnya tertawan di Canada lebih dari 1000 hari, dan menjadi masalah politik besar antarnegara. Sekarang jika Cina bantu Rusia, siapa lagi yang akan ditawan Amerika?

Saya duga, walaupun diancam keras dan kemungkinan kena hantam Amerika, Cina tetap akan bantu Rusia. Karena jika saat ini Cina tidak bantu Rusia, maka seluruh dunia akan di bawah kekuasaan imperialisme seplanet, semua tunduk di bawah Amerika. Siapa yang tidak patuh, dikeroyok.

Amerika sendiri sudah melemah; yang membuatnya kuat adalah jaringan seluruh negara Barat yang terpaksa tunduk dengannya, lalu dengan jaringan itu mengancam seluruh dunia, satu planet tidak tersisa. Jadi kekuatannya sekarang adalah jaringan aliansi-aliansi.

Apa yang dilakukan Rusia saat ini adalah testing keandalan jaringan itu. Jika berhasil, jaringan itu rusak, mulailah era benar-benar dunia multipolar, tidak ada satu pun yang dominan. Makanya saya duga Cina tidak akan biarkan Rusia gagal. Jika Iran ganti sisi, Cina kayaknya kagak.

Salah satu bukti Cina tidak meninggalkan Rusia adalah hasil pertemuan dengan Macron & Scholz. Menurut Victoria Nuland yang membuat kesaksian di depan Senat Amerika, Macron & Scholz diutus bertemu dengan Xi Jinping dengan tugas memperingatkan Xi bahwa netralitas bukan pilihan.

Tetapi setelah bertemu, media Cina membeberkan hasil pertemuan itu dengan cepat, yang sudah saya bahas di tulisan sebelumnya. Intinya, Xi malah mengecam sanksi-sanksi terhadap Rusia. Mungkin sudah disekak seperti itu, Macron & Scholz tidak berani mengungkit-ungkit soal minta Xi ikut sanksi Rusia.

Kelihatannya Xi membuat langkah pre-emptive, berbicara banyak dulu poin-poin yang dia mau sampaikan, dan silakan Macron & Scholz mendengar. Poin-poin itu mementahkan semua ide dan rencana awal Macron & Scholz, jika apa yang dikatakan Nuland benar.

Kita bisa simpulkan posisi diplomasi saat ini sebagai berikut:

Baca juga:

1. Biden akan melancarkan serangan terus ke pihak Rusia. Jika kali ini gagal & Rusia sukses, Biden akan habis-habisan diserang pihak Republican. Saat ini seluruh organ pemerintah Amerika sekarang bergerak menyerang Rusia.

2. Kita belum tahu posisi akhir Venezuela dan Iran. Venezuela penting untuk menggantikan supply minyak Rusia ke Amerika, dan minyak Iran untuk menggantikan supply ke Eropa. Jika Iran/Venezuella memperbesar produksi minyak seperti permintaan Biden, itu namanya makan tulang kawan.

3. Cina akan menjadi kunci solusi krisis ini. Keputusan yang dibuat Cina akan sangat penting dalam memperkiraan ke mana angin berembus. Cina sendiri bisa menopang seluruh ekonomi Rusia kalau dia bersedia. Tetapi seberapa besar hantaman yang akan diterima Cina? Itu tanda tanya.

Kalau harus taruhan, saya akan taruh di pihak hubungan Rusia – Cina. Hubungan saling percaya antara mereka lebih besar daripada hubungan Amerika vs negara-negara Eropa. Dalam krisis ini, bukan kekuatan senjata yang menentukan menang-kalah, tetapi kekuatan jalinan saling percaya.

Hubungan Amerika & negara-negara Eropa memang sudah lama terjalin, tetapi jika diperhatikan, mereka saling kibul-mengibuli. Di sini Amerika yang tukang kibulnya, Eropa yang kena kibul. Kasus dibatalkan order kapal selam Prancis oleh Australia salah satu contohnya.

*Mentimoen

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)