Konflik Ukraina – Pergulatan Midgame III

Mau searching dengan Google? Mereka hanya memberikan hasil situs-situs yang sesuai dengan narasi State Department. Jadi dipikir media dan platform asal Amerika independen? Betapa dunia tertipu oleh hoaks masif global seperti ini. Internet harus dirombak total, ini gak bisa gitu.

Banyak orang “intelek” mengecam Rusia, memamerkan foto-foto dari media mainstream Barat yang dituduhkan ke Rusia sebagai pelaku. Jika di Ukraina begitu parahnya Rusia, kenapa takut dengan info-info dari Rusia sehingga Amerika melakukan blackout total info-info dari Rusia?

Amerika bukan hanya melakukan blokir terhadap info dari Rusia untuk warga sendiri, tetapi juga untuk warga dunia lainnya, karena kemampuan menguasai Internet dan jaringan media dunia. Lalu orang-orang “intelek” itu tetiba sikap kritisnya ditaruh di dengkul?

Reporter Prancis Anne-Laure Bonnel menceritakan kekejaman yang dia saksikan sendiri di Donbass, di mana penduduk menderita 8 tahun kena bom terus-menerus oleh Ukraina. Reporter Barat, tetapi tidak akan termuat di media mainstream yang korporasi Amerika kuasai.

Ternyata bukan hanya CGTN yang mengirim reporter ke Ukraina, PhoenixTV yang siaran ke Mainland & Hong Kong menerjunkan reporter ke lapangan. Ini di Mariupol. Kayaknya pemirsa TV di Cina lebih ngerti kondisi lapangan di sana daripada pemirsa di Amerika.

Rusia klaim Ukraina kirim 80 ton ammonia ke pemukiman Zolochiv dekat Kharkov. Penduduk bilang milisi mengajari mereka cara bertindak ketika ada serangan kimia. Ini tanda persiapan provokasi dengan gunakan zat racun, untuk dituduhkan sebagai penggunaan senjata kimia oleh Rusia.

Mendengar klaim Rusia itu, Gedung Putih cepat menuduh balik Rusia ingin gunakan senjata kimia atau biologi dengan membuat klaim tersebut. Gedung Putih menjawab lebih cepat daripada Zelensky. Jelas, kan, yang sebenarnya perang siapa? Amerika atau Ukraina?

Melihat masifnya blackout terhadap sumber-sumber Rusia, ini menunjukkan betapa kuatnya kendali Amerika terhadap jaringan informasi dunia. Mungkin karena itulah HUAWEI dipaksa boikot oleh Amerika, karena berbahaya bagi hegemoni Amerika di dunia.

Baca juga:

Amerika memboikot Huawei dengan alasan security, yang tidak pernah terbukti, dan Huawei sudah buka source codenya. Kemungkinan besar sebaliknya, Huawei justru secure tidak ada backdoor untuk jaringan mata-mata Amerika. Karena itulah dia diboikot. Ada yang ingin menguasai dunia data.

Kasus gilanya kendali informasi oleh Amerika ini membuktikan bahwa negara-negara lain lebih baik tidak hanya mengandalkan jaringan dan sistem data dari pihak Barat. Terlalu berbahaya dan berisiko. Ini sudah terbukti selama konflik Ukraina ini. Leher informasi dicekik oleh Amerika.

Kurang ajarnya Amerika adalah dia mencekik bukan hanya saluran informasi untuk warganya, tetapi hampir seluruh dunia. Negara-negara yang tidak mau ikutan dalam konflik juga kena getahnya, semua info tersensor. Harus ada solusi untuk menangkis kekurang-ajaran Amerika ini.

Negara kecil ex-Soviet Lithuania janji memberikan 444,600 dosis vaksin Covid kepada Bangladesh. Ketika Bangladesh abstain dalam SU-PBB tentang Ukraina, Lithuania membatalkan pengiriman vaksin ke Bangladesh.

Lithuania, negara 2.8 juta penduduk, bersikap pogah sekali terhadap Bangladesh, negara dengan 165 juta penduduk. Bangladesh seharusnya mengambil ini sebagai pelajaran, tidak perlu lagi ingin menerima donasi dari negara tersebut. Lithuania pikir dia itu siapa? Sok banget.

Ada permasalahan dengan negara-negara ex-Soviet yang menjadi anggota NATO, seperti Lithuania, Latvia, Estonia. Keangkuhannya melebihi negara-negara besar dan kaya dari Eropa Barat. Seperti OKB, merasa diri sudah di atas angin, memandang rendah yang lain.

Padahal Amerika tadinya mendesak Polandia kirim MiG-29 ke Ukraina & ditukar dengan F-16. Polandia bilang oke tapi Amerika yang bawa sendiri ke Ukraina, Amerika takut, tak bersedia. Sekarang jenderal Amerika bilang: Ah, Ukraina gak perlu MiG-29 kok, cukup senjata aja.

Pertemuan Menlu Russia Lavrov dan Menlu Ukraina Kuleba terjadi kemarin di Turki. Pada kesempatan itu, Lavrov menyampaikan proposal penyelesaian krisis, dan Kuleba bilang mereka akan mempertimbangkannya.

Halaman selanjutnya >>>
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)