Koran Terakhir

Bapak telah berpulang. Kini, hanya bertiga mereka menjalani kehidupan. Ada sesak yang tiba-tiba terasa memberati dadanya setiap kali Dani mengenang kepergian Bapak. Hidupnya kini terasa begitu berat. Penghasilan Emak dari hasil menjual kue dan menjadi tukang cuci di beberapa rumah tetangga masih sangat kurang untuk menutupi kebutuhan mereka bertiga.

Demi membantu meringankan beban Emak, diputuskannyalah untuk menjual koran. Awalnya memang terasa sangat berat, ditambah, sebelumnya tak pernah Dani memiliki pengalaman berjualan koran. Namun, wajah Emak dan Lastri selalu mampu menguatkannya. Termasuk saat tadi ia tersesat ke luar kawasan tempatnya biasa berjaja koran, nama Emak dan Lastri tak henti-henti dibikininnya diam-diam.

Dani telah sampai di depan gang sempit menuju rumah tempatnya tinggal usai Bapak tiada.

Langkahnya melambat. Di hadapannya, melambai-lambai bendera kuning. Hatinya bertanya-tanya. Siapa gerangan yang berpulang?

Pelan, diayunnya langkah yang tiba-tiba menjadi berat. Segala kemungkinan bertamu ke kepalanya. Bendera kuning yang berkibar saat kepergian Bapak begitu menyisakan perih yang tak kunjung putih di hatinya. Dan kini, bendera yang sama kembali hadir di hadapannya. Di gang rumah yang sama. Ah, jangan! Bisiknya.

Hatinya kian ciut. Kerumunan orang memenuhi beranda rumah sempitnya. Lebih-lebih saat Lastri berlari menyongsong dirinya. Entah. Dani tak kuasa menerjemahkan rasa yang bergolak di dadanya. Tak kuasa pula ia tahan bening yang mendobrak kelopak matanya. Bercucuran. Dibiarkannya Lastri sesenggukan di pelukannya. Tak satu kata yang ia bolehkan berlompatan dari bibirnya.

Didekapnya Lastri kiat erat, satu-satunya harta berharga yang kini ia punya. Ah, sanggupkah ia bertahan hidup tanpa Emak? Bagaimana ia membiayai sekolah Lastri, juga dirinya?

Nanar. Ditatapnya koran terakhir yang masih melekat di jemarinya, benda yang menjadi tumpuan hidupnya, dan kini, mungkin juga akan menjadi tumpuan hidup Lastri. Bagaimana jua, Dani ingin mereka berdua tetap bersekolah.

Effra S. Husein
Latest posts by Effra S. Husein (see all)