Krisis Hegemoni

Krisis Hegemoni
©Instapuma

Ketika tidak ada satu pun kekuatan politik lagi yang dominan di tengah masyarakat, di titik itulah krisis hegemoni menggejala.

Nalar Warga – Mungkin kata-kata Antonio Gramsci yang dijadikan buku terbaru Nancy Fraser (2019) ini benar: yang lama sedang sekarat, yang baru tidak bisa dilahirkan. Inilah situasi kita saat ini.

Kita tahu, neoliberalisme bermasalah, membawa ekonomi dan politik ke dalam krisis. Tetapi alternatif yang dapat diandalkan untuk itu belum juga muncul.

Sosialisme atau ide-ide kiri hanya jargon, sulit diwujudkan. Bukan karena dihambat dari luar, melainkan karena secara internal terlihat seperti tamu yang terpaksa diundang dari zaman lampau.

Di Indonesia, mereka yang merasa progresif tidak bisa menerima Prabowo. Retorikanya rasial, gerakan politiknya manipulatif, memanfaatkan sentimen Islam politik secara vulgar untuk meraih kekuasaan. Namun mereka juga tidak suka dengan Jokowi. Sama seperti Prabowo, dia pada dasarnya seorang neoliberal yang pro-pasar.

Pertanyaannya: lalu apakah ketidakpuasan terhadap kedua figur utama politik tersebut menghasilkan alternatif yang andal?

Tidak! Inilah situasi yang disebut sebagai krisis hegemoni.

Saat ini, dapat dikatakan, tidak ada satu pun kekuatan politik yang dominan di tengah masyarakat. Tidak ada suatu pemikiran memukau yang mampu merayu orang-orang untuk mengikuti petunjuk-petunjuk praktisnya. Yang ada adalah dilema: maju-mundur kena.

Akan tetapi, desas-desus yang beredar di seputar penyusunan kabinet Jokowi menarik dicermati. Apakah dia akan memasukkan semua sayap politik—kiri, tengah, kanan—ke dalam keranjang kekuasaan pemerintahan yang sama?

Apa yang kira-kira akan terjadi jika pikiran konservatif dan liberal bertemu dalam rapat menteri-menteri di ruangan Istana Negara? Apakah Jokowi sedang membangun suatu hegemoni baru di tengah krisis yang melanda?

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab sekarang. Bahkan ketika menteri-menteri telah diumumkan.

Bagaimanapun, kita sekarang hidup di zaman yang serba membingungkan. Selalu saya bilang bahwa pada akhirnya hanya orang-orang yang tabah dalam proses yang akan memenangkan pertarungan.

*Amin Mudzakkir

Baca juga:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)