Lagi, Budiman Sudjatmiko Bikin Heboh

Lagi, Budiman Sudjatmiko Bikin Heboh
┬ęTwitter

Bila narasi paling kuat saya dengar di dalam sana, itu tentang Budiman yang menyampaikan bahwa kaum nasionalis di Indonesia harus saling mendukung. Ia eksplisit menyebut rugi jika tidak ada persatuan, Budiman ingin menjadi pencair menjelang Pilpres 2024.

Bisa dibilang tidak ada pembicaraan terkait pilpres 2024 apalagi dukung mendukung secara eksplisit. Mereka lebih banyak bicara tentang masa depan bangsa ini dari perspektif masing-masing yang ternyata juga tidak terlalu berbeda.

Bila pertemuan itu memantik tafsir, itu sah saja. Wong yang ketemu adalah dua tokoh paling mencolok pada peristiwa reformasi, kan?

Bila seandainya sebulan dari sekarang PDIP bisa berkoalisi dengan Gerindra dan entah bagaimana posisi siapa capres dan cawapresnya, di mata pendukung Ganjar dan Prabowo, Budiman pasti akan jadi pahlawan. Dia akan dianggap memberi kontribusi besar pada hal yang kemarin mustahil.

Orang akan bilang diplomasinya mampu membuat cair dua batu keras.

Tapi kalau kunjungannya justru memantik rasa ingin Prabowo membawa Budiman jadi wakilnya, badai hujatan pasti datang tanpa kenal jeda.

Itulah realitas kita. Kita puji siapa pun dia hanya saat dia bisa menyenangkan dan membuat kita untung.

“Jadi kamu akan dukung Prabowo?”

Baca juga:

Jangankan Prabowo, Ganjar dengan wakil Budiman Sudjatmiko pun pasti akan saya pilih. Gak hanya sekali saya bilang bahwa pilpres 2024 adalah tentang cawapres bukan capres.

Bagiku, dengan segala lebih dan kurangnya, Budiman lah sosok yang akan memberi warna terang pada zaman penuh disrupsi yang sudah tidak terlalu jauh itu.

‘Kita berutang kepada masa depan, bukan berutang pada masa lalu,’ itulah satu kalimat yang masih saya ingat keluar dari mulut Budiman saat berbicara dengan Prabowo.

Budiman Sudjatmiko memang bikin heboh telah mengunjungi Prabowo, tapi sependek pengetahuan saya, itu jelas tentang pentingnya menatap masa depan bukan berseteru tanpa batas dan lalu kita terjebak tanpa tahu esensi apa yang sedang kita perjuangkan, MASA DEPAN BANGSA.

“Emang itu penugasan dari PDIP?”

“Mau dianggap benar atau salah, sudah biasa. Saya mewakafkan diri untuk mencairkan agar kaum nasionalis bisa meneruskan apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi,” kata Budiman.

*Leonita_Lestari

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)