Laskar Khusus Umat Islam Bubarkan Pertunjukan Seni dan Ludahin Warga

Laskar Khusus Umat Islam Bubarkan Pertunjukan Seni dan Ludahin Warga
©YouTube

Laskar Khusus Umat Islam terlihat datang dan membubarkan kerumunan sebelum akhirnya meludahi warga.

Sebuah acara pertunjukan seni Jaranan atau biasa disebut Jaran Kepang (mirip pertunjukan kuda lumping) di Medan, Sumatra Utara, dibubarkan sekelompok orang yang mengaku ormas Islam.

Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok orang yang memakai baret merah dan seragam hitam bertuliskan ‘Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan’ itu membubarkan aksi pertunjukan seni yang hendak digelar warga.

Dari video yang dibagikan akun YouTube Thohen Singobarong, terlihat peristiwa itu terjadi pada April 2021 lalu.

Mulanya, sekelompok anggota ormas Laskar Khusus Umar Islam terlihat datang dan membubarkan kerumunan warga. Terlihat juga mereka mengangkat perlengkapan pertunjukan seperti replika kuda yang dipakai untuk tarian.

Di lokasi itu, terlihat juga beberapa gendang yang disiapkan untuk pertunjukan tari.

“Setanlah yang kalian puja-puja itu, kesyirikan yang disebar ke mana-mana,” ucap salah satu anggota ormas.

“Syirik itu, bubar-bubar,” ujar yang lain.

Beberapa saat kemudian, sekelompok warga tampak melawan dan beradu argumen.

“Itu cuma untuk hiburan, aku warga sini. Itu pesta, pesta,” tegas seorang perempuan berbaju hijau.

Namun tak disangka-sangka, salah satu anggota ormas tersebut maju dan meludahi warga yang melawan. Kontan, sejumlah warga emosi. Kerusuhan pun terjadi.

“Kamu ludah ya, ludah ya…” teriak warga yang berdatangan.

Video tersebut mendapat respons beragam netizen. Sebagian mengecam aksi tidak etis oknum ormas tersebut yang membubarkan acara seni dan dituding sebagai kegiatan musyrik.

“Inilah orang-orang yang suka bilang jaranan itu musrik yang bahkan belum tentu itu benar. Kesenian tujuannya untuk menghibur bukan untuk hal-hal yang musrik (orang-orang yang sdn nya rendah yang tak tau kesenian) turut prihatin,” tulis Bagus Sudarsono.

“Ngaku bajunya ormas islam , tpi gk ada ahlak maen ngludahin orang , jaman” ngaku islam tpi gk faham artinya, sedih liatnya,” tulis Kalam Arya.

Memang harus tegas pemerintah membubarkan pemain “laskar2an” seperti ini.. Macam sudah betul saja kelakuannya…. Laporkan ke polisi /TNI spy tdk ada lagi perusuh di negri ini,” tulis Arkinating Logis.

“Bagian dari kekayaan budaya Indonesia…….sangat disayangkan pembubaran ini. Saya bekerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan turut prihatin atas tindakan ormas membubarkan kegiatan berkesenian….,” tulis Hartanto Valentino. [mt]

Tonton videonya di bawah ini: