Lawan Covid-19, Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

Lawan Covid-19, Ujian Nasional 2020 Ditiadakan
©Nusabali

Nalar Politik – Presiden Jokowi, dalam satu keterangan tertulisnya, menyampaikan keputusan pemerintah untuk meniadakan ujian nasional tahun ini (2020). Langkah ini dipandang tepat dalam rangka melawan Covid-19 alias virus corona.

“Dalam rapat terbatas jarak jauh hari ini, pemerintah memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) tahun 2020. Kebijakan ini diambil dengan prinsip tidak merugikan hak dari para siswa tersebut,” jelas Jokowi, Selasa (24/3).

Seperti diketahui bersama, pandemi Covid-19 memang telah mengganggu segala aktivitas warga, termasuk proses pendidikan di Tanah Air.

Mengingat masifnya penyebaran corona, dari pusat hingga ke pelosok-pelosok daerah, upaya pencegahan menjadi pilihan utama. Dan jauh sebelum peniadaan ujian nasional ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk belajar di rumah bagi para siswa.

Physical Distancing

Gerakan #DirumahSaja cukup heboh. Tidak hanya berimbas ke dunia pendidikan, dunia usaha atau bisnis pun mau tak mau menjadikan gerakan tersebut sebagai solusi.

Meski demikian, banyak pihak mengajukan tanya soal kenapa pemerintah tidak mengambil kebijakan lockdown saja saat pandemi corona mulai mengganas. Mereka mencoba membandingkannya dengan apa yang sudah diterapkan di negeri-negeri penderita pandemi ini, seperti Cina dan Italia.

Nyatanya pemerintah punya alasan tersendiri kenapa lockdown bukan jadi pilihan. Pemerintah mengaku telah mempelajari kebijakan setiap negara dalam menghadapi pandemi corona, di mana masing-masing punya karakter, budaya, dan tingkat kedisiplinan yang berbeda-beda.

“Dengan pertimbangan karakter, budaya, dan kedisiplinan itulah kita tidak memilih jalan lockdown. Di negara kita, yang paling tepat adalah physical distancing—meminta setiap warga menjaga jarak aman satu dengan yang lain,” terang Presiden Jokowi.

Jika ‘jaga jarak’ ini bisa dilakukan secara bersama-sama dengan kedisiplinan tinggi, Jokowi yakin bahwa Indonesia bisa mencegah penyebaran Covid-19, cepat atau lambat.

Baca juga: