LBH Jakarta: Klaim “Polri Tegas Humanis” Harus Dibuktikan

LBH Jakarta: Klaim “Polri Tegas Humanis” Harus Dibuktikan
©Tribun

Nalar Politik – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta meminta pembuktian atas klaim “Polri Tegas Humanis”. Sebab, dalam aksi Hari Ulang Tahun Tangerang, yang muncul malah tindakan sebaliknya dari aparat.

“Klaim #PolriTegasHumanis harus dibuktikan. Jangan hanya jadi apologi untuk membantah kritik publik atas kinerja polisi,” kicau LBH Jakarta, Rabu (13/10).

Seperti diberitakan Kompas, sebuah video singkat memperlihatkan seorang anggota kepolisian membanting salah satu peserta aksi demo di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, saat peringatan HUT ke-389 Kabupaten Tangerang hari ini.

Dalam video tersebut, peserta aksi yang diduga seorang mahasiswa dipiting lehernya lalu digiring oleh polisi berbaju hitam. Setelah itu, polisi membanting yang bersangkutan ke trotoar hingga terdengar suara benturan yang cukup keras.

Kemudian, seorang polisi yang mengenakan seragam berwarna cokelat menendang peserta aksi tersebut hingga mengalami kejang-kejang.

“Tindakan polisi membanting mahasiswa yang aksi HUT Tangerang hingga kejang adalah tindakan brutal dan sangat mengancam keselamatan warga yang menyampaikan pendapat secara damai,” tambah LBH Jakarta menyesali.

Pihaknya menjelaskan bahwa tindakan itu bertentangan dengan Perkap Pengendalian Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Selain itu, tindakan tersebut juga bertentangan dengan Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip HAM Polri, Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, dan Jaminan Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

“Kepolisian harus bertanggung jawab menyelematkan korban dan segera menindak dan menghukum polisi pelaku,” pungkasnya.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro turut mengecam aksi represif terhadap peserta aksi. Jika terbukti ada anggota kepolisian yang melakukan, pihaknya bakal menindak tegas anggota tersebut.

Baca juga:

“Dalam perintah saya sudah jelas, tidak ada kekerasan. Kalau masih ada kekerasan, berarti oknum tersebut akan saya tindak tegas,” papar Wahyu.

Saat ini, Polda Banten mencari anggota kepolisian yang membanting peserta aksi. Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga memastikan pemberian sanksi kepada personel yang melakukan tindakan brutal itu.

“Pasti (diberikan sanksi). Polda Banten sudah konsen dari Pak Kapolda bahwa kesalahan dalam prosedur pengamanan itu harus dilakukan penindakan,” kata Shinto.

Terkait aksi, belum diketahui apa yang menjadi tuntutan demonstran. Yang terlihat hanyalah aksi berujung ricuh dan penangkapan sejumlah aktivisnya.

    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)