Lem Seharga 82 M dan Pulpen 123,8 M, PSI: Untuk Apa, Nies?

Lem Seharga 82 M dan Pulpen 123,8 M, PSI: Untuk Apa, Nies?
©Fb/William

Nalar Politik – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajukan tanya khusus ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Itu perihal anggaran untuk pembelian lem aibon sebesar 82 miliar rupiah dan pulpen seharga 123,8 miliar rupiah yang tertuang dalam situs apbd.jakarga.go.id.

Pengajuan pertanyaan tersebut diwakili oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana. Melalui laman media sosialnya, ia mempreteli satu per satu nominal anggaran yang dinilainya aneh dan sangat tidak wajar itu.

“Kepada yang terhormat Gubernur DKI Anies Baswedan. Sebagai anggota DPRD Jakarta, saya ingin bapak menjelaskan secara langsung: untuk apa anggaran pembelian lem aibon Rp82 miliar?” tanya William, Rabu (30/10).

“Sebagai Gubernur, Pak Anies harus menjelaskan: untuk apa pengadaan ballpoint (pulpen) buat siswa SD senilai Rp123,8 miliar? Tolong jelaskan,” tambahnya.

Sebelumnya, William mengungkap anggaran siluman itu berdasar hasil penelusurannya di situs apbd.jakarta.go.id. Selain kondisi aksesnya yang tertutup, ia tidak habis pikir kenapa alokasi APBD sedemikian besar hanya untuk keperluan lem-leman dan alat tulis semata.

Tentang itu bisa dibaca di sini: Buat Apa Dinas Pendidikan DKI Jakarta Suplai Lem Aibon Harga 82 Miliar?

Sehari setelahnya, sesuai janji William, ia pun membongkarnya secara rinci. Bahwa tidak hanya anggaran pembelian lem dan pulpen saja yang bermasalah, tetapi juga pembelian unit-unit komputer yang tidak jelas peruntukannya.

“Pak Gubernur Anies harus jelaskan rencana pembelian 7.313 unit komputer yang masing-masing senilai Rp15 juta. Untuk keperluan apa dan spesifikasi teknis seperti apa sehingga harus seharga itu?’

Pun demikian soal pengadaan smart storage dan server.

“Saya dan warga Jakarta menunggu penjelasan Gubernur Anies terkait pengadaan smart storage sebanyak 4 unit (@Rp12 miliar) dengan total 53 miliar, dan 10 unit storage server (@Rp1,2 miliar) senilai Rp12,9 miliar. Total Rp65,9 miliar. Bisakah dijelaskan smart storage dan server seperti apa?”

Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, William mengaku mewakili rakyat Jakarta menunggu jawaban langsung dari Gubernur Anies Baswedan. [fa]

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi