Libertarianisme sebagai Filosofi Politis dan Kebebasan Ekonomi

Libertarianisme sebagai Filosofi Politis dan Kebebasan Ekonomi
©Pixabay

Adakah perbedaan antara liberalisme dan libertarianisme?

Liberalisme Klasik dan Libertarianisme datang dari zaman yang berbeda. Tentunya memiliki katalis yang berbeda pula.

Pada dasarnya, liberalisme klasik berusaha menghilangkan penindasan oleh teokrasi, monarki, dan masih memberikan ruang kekuasaan yang terbatas untuk melindungi kebebasan masyarakat. Sementara yang libertarianisme membahas lebih dalam, menghunjam menyoal imperialisme, birokrasi, dan progresivisme negara yang berlebihan.

Namun, keduanya tetap merupakan gerakan untuk mengurangi pengaruh otoritas pusat terhadap individu atau meminimalkan peran negara. Dengan begitu, perbedaannya dapat diabaikan.

Runutan liberalisme klasik dimulai dari usahanya untuk melawan gerakan politik yang menempatkan otoritasnya yang semena-mena di tangan-tangan kearoganan rumah peribadatan, raja, atau pemerintah. Tema sentralnya adalah tentang kebebasan individu terhadap pengaturan berlebihan dari otoritas pusat.

Liberalisme klasik muncul dengan sejumlah pemikir seperti Adam Smith, John Locke, dan lainnya sebagai respons terhadap revolusi industri dan pertumbuhan populasi pada akhir 1800-an.

Dari muara tersebut, mengalirlah liberalisme sosial dan konservatisme muncul pada awal abad ke-20. Liberalisme sosial berfokus pada kampanye terhadap peran pemerintah yang masih diperlukan untuk mengelola sebagian besar ekonomi. Namun, hal itu diimbangi dengan sejumlah banyak kebebasan sosial.

Sedang konservatisme berfokus pada pemikiran tentang pemerintah yang masih menjunjung tinggi norma-norma sosial tradisional, tetapi membiarkan kebebasan ekonomi — terutama yang berkaitan dengan penggunaan pasar bebas.

Sebenarnya, libertarianisme adalah bentuk kuat liberalisme klasik. Libertarianisme berpendapat bahwa individu itu bebas merdeka tanpa banyak dicampuri atau dipengaruhi oleh otoritas dan kekuasaan pemerintahan. Libertarianisme melatih setiap individu untuk bertanggung jawab atas pribadinya masing-masing agar dapat memunculkan semangat keberhasilan yang paling kuat.

Libertarian tulen lebih mengharapkan agar pemerintah menghindari campur tangannya yang berlebihan terhadap isu-isu sosial dan ekonomi. Sedang sisi hankam, silakan dipegang erat-erat dan tidak berupa kesewenangan militerisme. Karena itu memang tugas negara untuk melindungi warganya dan penegakan hukum.

Libertarianisme lebih progresif dan agresif untuk mengadvokasi peran pemerintah untuk dapat mempercepat kemajuan menuju keadilan dan kesetaraan.

Melihat perbedaan tersebut, tentunya kedudukan visi dan misi libertarian jauh lebih tajam dari liberal sosial ataupun konservatif.

Libertarianisme dan liberalisme klasik sama-sama bersumber dari filosofi kebebasan politik dan perspektif sejarah pemikiran yang luas. Kata “liberalisme” mengacu pada seperangkat keyakinan dan gerakan politik yang terkait yang muncul di awal abad ke-19.

Baca juga:

Kemunculan pertama liberalisme di Spanyol pada 1823, ketika istilah “liberales”, atau pencinta kebebasan, digunakan untuk menggambarkan pendukung rezim konstitusional yang didirikan setelah perang Napoleon.

Di Prancis, ekonom Jean-Baptiste Say dan para pengikutnya mulai menggunakan kata sifat “liberal” yang berarti “mendukung kebebasan ”setelah Pemulihan Bourbon pada 1815. Di Inggris, kata tersebut dipakai dalam sebuah jurnal “The Liberal”, yang diterbitkan oleh Leigh Hunt dan Lord Byron.

Istilah liberal dikenal luas sejak abad ke-18. Makna terdalam kata liberal saat itu adalah “dermawan atau “hati terbuka” dan hanya merujuk pada kualitas karakter saja. Libertarianisme sebagai perkembangan dari liberalisme klasik adalah pola pikir dan nalar kehidupan intelektual dan politik yang berkembang pesat seiring dengan gerakan filsafat.

Dalam disiplin ilmu filsafat, ilmu politik, yurisprudensi, dan ekonomi, peran libertarian cukup diakui dan substansial. Libertarianisme adalah sebuah cerita panjang untuk menelusuri kembali liberalisme klasik. Pendekatan kedua mungkin berkonsentrasi pada pengembangan konsep-konsep filosofis dan ide-ide kebebasan.

Libertarianisme sebagai gerakan advokasi terhadap pemerintah menekankan bahwa tujuan dibuatnya perundangan dan aturan bukanlah untuk menghapuskan atau menahan kebebasan. Namun, untuk lebih melestarikan dan memperbesar kebebasan itu sendiri.

Begitu pun sebaliknya, libertarian tidak mengharapkan tidak adanya perundangan. Sebab, di mana tidak ada hukum, maka di sanalah tidak ada kebebasan.

Mengenai kebebasan yang dimaksud juga memiliki arti yang luas sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemikiran masing masing. Satu di antara definisi tersebut, seorang penulis, Leonard Read, berkata, “Kebebasan adalah tidak adanya pengekangan manusia terhadap pelepasan energi kreatif.”

John Locke menganggap bahwa kebebasan itu langgeng di bawah supremasi hukum. Artinya, orang bebas untuk tidak tunduk terhadap kesewenang-wenangan orang lain dan bebas untuk melakukan apa yang ia pilih. Kebebasan itu terwujud ketika hukum melindungi kebebasan itu sendiri.

Ejawantah kebebasan ala libertarianisme adalah menghormati otonomi moral setiap orang, melihat setiap orang sebagai pemilik hidupnya sendiri, dan masing-masing bebas untuk membuat keputusan penting dalam hidupnya.

Libertarianisme adalah pandangan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalani hidupnya dengan cara apa pun yang ia pilih selama ia menghormati persamaan hak orang lain. Libertarianisme juga membela hak setiap orang untuk hidup bebas.

Dalam pandangan libertarian, semua hubungan manusia harus bersifat sukarela. Libertarian percaya bahwa orang-orang seharusnya bebas untuk hidup seperti yang mereka pilih.

Kebebasan ekonomi berarti bahwa orang bebas untuk menghasilkan dan berdagang  dengan orang lain. Harga yang dinegosiasikan dan disepakati dilakukan secara bebas untuk semua orang.

Libertarianisme mengharapkan adanya pemerintahan yang ideal Platonis, mengutamakan peninjauan ideal (filsafat). Dan bukanlah pemerintah yang menggunakan kekerasan terhadap warganya.

Itulah beberapa pandangan libertarianisme sebagai filosofi politis dan kebebasan ekonomi.