Mahasiswa Akhir dan Lapangan Pekerjaan Saat Ini

Mahasiswa Akhir dan Lapangan Pekerjaan Saat Ini
©goKampus

Berbicara tentang figur mahasiswa bukan sesuatu yang baru di lingkungan kampus dan juga di lingkungan masyarakat. Mahasiswa dalam tataran akademis, dapat dikatakan sebagai orang-orang yang memiliki potensi dan intelektualitas dalam memecahkan setiap persoalan. Hal ini memang sudah menjadi sebuah tradisi mahasiswa yang konon katanya sebagai cendekiawan.

Menjadi Mahasiswa semester akhir adalah momen paling ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa yang hendak menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Alih-alih menjadi mahasiswa akhir tidak saja sebatas menyelesaikan studi, tetapi disana ada berbagai dinamika yang harus dilewati dengan beragam persoalan. Dalam situasi hingar-bingar mahasiswa tentunya mereka juga menjadi aktor produktif terutama dalam mencari pekerjaan.

Sebelum kita membahas lebih mendalam tentang mahasiswa akhir dan lapangan pekerjaan, kita harus memahami bahwa perjalanan mahasiswa dalam menyelesaikan studi selama tahun akademik yang sudah ditentukan pastinya melalui berbagai proses yang cukup rumit dan kompleks. Setiap ilmu yang sudah ditabung selama belajar di kampus akan menjadi aspek penting untuk mencari sebuah pekerjaan kedepannya.

Tahap terakhir bagi setiap mahasiswa akhir adalah gelaran wisuda yang tidak lebih dari sekedar seremonial belaka. Tetapi kita harus bangga dengan pencapaian tersebut selama belajar di perguruan tinggi hingga kita bisa sampai di garis terakhir perjuangan selama empat tahun. Karena tidak sedikit mahasiswa yang gagal dalam perjalanan selama belajar di kampus. Berbagai faktor penyebab salah satunya adalah kondisi perekonomian keluarga yang sering berkekurangan.

Namun, kebanggaan dan kesenangan itu hanya sementara ibarat angin berlalu. Sebab mendapatkan sebuah pekerjaan saat ini, lebih susah dan berat dibandingkan dengan perjalanan selama belajar di bangku perkuliahan.

Fakta empiris menunjukkan lowongan pekerjaan yang tersedia di Indonesia sangat berkekurangan. Itu dapat dibuktikan dengan banyaknya jumlah pengangguran setiap tahun dan adanya TKI/TKW yang bekerja di beberapa negara tetangga.

Ada juga faktor lain penyebab meningkatnya angka pengangguran di Indonesia. Dimana basic/keahlian mahasiswa yang tidak sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ada. Sehingga lowongan pekerjaan yang tersedia setiap tahun paling sedikit jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang menyelesaikan studinya.

Saya sendiri salah seorang mahasiswa akhir di salah satu perguruan tinggi yang berada di Kota Medan tepatnya Universitas Darma Agung. Menjelang akhir semester tentunya sebagai mahasiswa akhir kita disibukkan untuk menyusun skripsi sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana.

Baca juga:

Sedikit bercerita, menjelang akhir studi berbagai pertanyaan timbul di pikiran saya. Pertanyaan tersebut membuat saya tidak nyaman dan terganggu karena ini menyangkut tentang masa depan. Untuk menata masa depan yang lebih baik tentunya salah satu aspek penting adalah adanya pekerjaan.

Pertanyaan yang seringkali muncul di pikiran saya yakni, setelah ini mau kemana, kerja apa, jadi apa dan sebagainya. Itu adalah pertanyaan paling mendasar bagi setiap mahasiswa. Dalam situasi tersebut secara tidak langsung ada kebingungan yang sangat mendalam di hati seorang mahasiswa akhir. Hal itu, saya akui sendiri sebagai seorang mahasiswa akhir. Terkadang dari berbagai pertanyaan itu, timbullah rasa khawatir dan gelisah menghadapi realita setelah selesai dan mau mencari pekerjaan.

Jumlah pengangguran yang semakin meningkat dibandingkan peluang pekerjaan yang ada membutuhkan keahlian tertentu. Keahlian yang dimaksud bukan sebuah tipu muslihat atau yang lebih tren sekarang mengandalkan orang dalam. Hal tersebut bisa saja menjadi jalan pintas tetapi seorang mahasiswa akhir tidak boleh sekali-kali berharap bahwa itu akan berhasil dalam segala bidang.

Mahasiswa dituntut untuk mempersiapkan diri selama belajar di bangku perkuliahan. Belajar yang sungguh-sungguh, mengasah keterampilan, memperdalam ilmu entrepreneurship supaya ada modal terjun menghadapi persaingan untuk mencari pekerjaan. Beberapa poin itu, tidak boleh diabaikan oleh seorang mahasiswa karena mereka yang mempunyai soft skill dan kemampuan maka, dengan mudah untuk mendapatkan kerja yang diinginkan.

Pekerjaan merupakan bagian penting bagi kita dalam memastikan adanya keberlanjutan hidup untuk mencukupi kebutuhan sandang, papan dan pangan. Mendapatkan sebuah pekerjaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi dengan kondisi lapangan pekerjaan saat ini yang sangat sedikit. Kebanyakan juga mahasiswa akhir terlalu memilih dalam pekerjaan. Misalkan dari sisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang difavoritkan, upah yang terlalu kecil, dan sebagainya.

Sebagai masukan bagi kita mahasiswa akhir, kita harus berpikir kreatif, inovatif dan kritis. Menelisik lebih mendalam tentang situasi lapangan pekerjaan yang tersedia tentu harapan kita dibuat pupus dan tidak bisa berujung.

Mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini, membuat segala sesuatu menjadi mudah dan cepat. Begitu juga untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah lewat berbagai platform resmi yang tersedia untuk dapat kita manfaatkan. Misalkan menjadi konten kreator, konten writer dan beberapa kegiatan digital lainnya yang mendukung produktivitas dan kreativitas di tengah minimnya lapangan pekerjaan saat ini. Memang membutuhkan keahlian tertentu serta mengesampingkan gengsi yang ada.

Baca juga:
Polinus Waruwu
Latest posts by Polinus Waruwu (see all)