Mahfud MD: Khilafah Rekaan Ulama

Mahfud MD: Khilafah Rekaan Ulama
Mahfud MD (Mata News)

Nalar PolitikPakar hukum Mahfud MD menyebut khilafah rekaan ulama, bukan Alquran. Ia menantang siapa saja yang bisa menunjukkan dasar sistem pemerintahan dalam Alquran atau Hadis.

“Saya nantang siapa saja, di mana saja, di dalam forum yang terbuka, yang bisa menunjukkan kepada saya tentang adanya khilafah sebagai sistem pemerintahan. Ya, di dalam Alquran dan Hadis,” tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat mengisi seminar nasional Tantangan NKRI di Tengah Penetrasi Ideologi Transnasional di IAIN Salatiga, Kamis (7/12/2017).

Meski bentuk khilafah itu banyak, yakinnya, tetapi sumbernya bukan dari Alquran dan Hadis. Bahwa khilafah rekaan ulama semata.

“Itu adalah ciptaan para ulama berdasar kebutuhan, waktu, dan tempat masing-masing,” lanjutnya.

Mahfud MD juga menerangkan, 57 negara Islam yang tergabung dalam OKI menganut sistem khilafah. Tetapi, masing-masing darinya berbeda-beda.

“Kenapa beda? Karena memang Alquran dan Hadis tidak mengajarkan sistemnya. Prinsip nilainya mengajarkan khilafah harus berkeadilan. Tetapi, kalau sistemnya seperti apa, tidak ada,” ujar anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila ini.

Lebih jauh, Mahfud menyebut khilafah berasal dari bahasa Arab, dari kata ‘sistem pemerintahan’.

“Jadi, jangan berpikir mau mengganti sistem yang radikal karena tidak ada di dalam Alquran dan Hadis sistem yang betul-betul menurut Islam seperti apa. Tidak ada. Arab Saudi yang dikatakan negara Islam, di sana banyak korupsi juga, sehingga sekarang terjadi pemecatan-pemecatan di kalangan elite,” terangnya.

“Mau meniru Brunei? Di sana tidak ada parlemen. Meniru Malaysia? Pakistan? Jadi, semua buat sendiri-sendiri,” sambungnya.

Adapun Indonesia, di mana sistemnya bukan dalam bentuk khilafah, ditegaskan Mahfud kembali bahwa sistem Indonesia sudah kompatibel dengan ajaran Islam. Hal itu ia dasarkan pada pandangan KH Ahmad Asan Basir dan Kiai Ahmad Sidik serta Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Banyak konflik bukan karena sistemnya, tetapi orangnya. Sama di Arab Saudi korupsinya banyak, di Malaysia sama, di Pakistan sama. Di negara-negara yang disebut Islam, korupsinya juga banyak, pencurinya juga banyak. Kan bukan karena sistem? Orang miskinnya juga banyak itu lho,” pungkas Mahfud.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi