Makin Banyak Akademisi dan Masyarakat Sipil Dukung UU Cipta Kerja

Makin Banyak Akademisi dan Masyarakat Sipil Dukung UU Cipta Kerja
©International Investor Club

Nalar Politik – Selain pemerintah, tentu saja, unsur akademisi dan masyarakat sipil turut meramaikan dukungan terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Banyaknya orang bicara tentang aspek-aspek positif dari UU Cipta Kerja menandakan bahwa konsolisasi di kalangan pendukungnya jauh lebih kuat dibanding dengan masa-masa awal pengesahan UU ini.

“Awalnya, dukungan terhadap UU Cipta Kerja didominasi oleh pejabat pemerintah. Belakangan, makin banyak akademisi dan masyarakat sipil yang berargumen mendukung UU Cipta Kerja, termasuk dari lembaga-lembaga think tank terkemuka,” jelas pengamat media sosial dari Drone Emprit Ismail Fahmi di Jakarta, Rabu (25/11).

Pendiri Media Kernels Indonesia tersebut juga mencatat adanya tren penurunan narasi dari penolakan UU Cipta Kerja di media sosial. Justru yang sangat menguat adalah dukungan dari warganet, khususnya di Twitter.

Bahkan, pada Selasa (24/11), tagar #IndonesiaProKerja bertengger di puncak trending topic Twitter. Durasinya lebih dari dua jam berturut-turut sejak pukul 06.00, dan masih bertahan di jajaran 10 besar hingga pukul 10.00 WIB.

Tagar-tagar lainnya, seperti #EkonomiPulih dan #BarisanProKerja, turut mewarnai jagat maya beberapa hari terakhir.

Penguatan dukungan terhadap UU Cipta Kerja itulah, bagi Fahmi, mengindikasikan keberhasilan strategi sosialisasi para pendukung UU Cipta Kerja dalam menjaga konsistensi dan memainkan tagar-tagar yang lebih bervariasi.

“Strategi ini bertolak belakang dari kelompok penentang yang timbul tenggelam dan monoton dalam memainkan tagar. Sehingga dukungan warganet dari hari ke hari makin mengarah kepada UU Cipta Kerja.” [id]