Mana Perempuan yang Ditakdirkan?

Mana Perempuan yang Ditakdirkan?
©Pikiran Rakyat

Mana Perempuan yang Ditakdirkan?

Di sudut kota tua itu, ada yang enggan menengok keindahan malam, dihiasi bulan yang cerah serta gemintang yang saling bertaburan. Malam-malam dingin, angin berembus tanpa pamit, membawa kabur ingin yang hanya terbesit, menambah perasaan bahwa dia benar-benar sendiri, hanya berselimut tebal di atas alas tidur yang sempit. Teman-temannya juga tidak ada yang peduli dengan kesendiriannya, sepertinya mereka juga merasakan hal yang sama.

Rey, laki-laki yang seharusnya sudah bertemu takdirnya. Tipikal seorang yang tidak terlalu terbuka, dia hanya berteman dengan beberapa orang saja. Rey sering menyendiri, lantaran ia akan merasa gugup jika di keramain, ia pun jarang pergi ke beberapa tempat hiburan, lantaran ia akan merasa gelisah jika di perjalanan.

Sekarang Rey sedang mengambil jurusan ‘Cinta’ di negeri nun jauh di sana, cita-citanya ingin membangun negerinya menjadi tanah yang dirindukan oleh siapapun. Sayangnya, dia seorang laki-laki yang pintar dalam bidangnya sekaligus bodoh dalam persoalan asamaranya sendiri. Status jomblonya cukup menjadi bukti atas pernyataan itu.

Hari-hari Rey tetap dilaluinya dengan optimis. Dia tidak pernah bermalas-malasan kecuali di hari minggu; ketika rumahnya sepi, semua teman kamarnya pura-pura sibuk dan keluar rumah, entah melesat menuju pelukan kekasihnya atau sekedar meminum kopi di pojokan caffe terdekat. Sedangkan Rey tetap di rumah, dia nyaris seperti anjing penjaga kos yang kesepian lalu menggonggong jika ada pencuri yang masuk ke wilayahnya. Begitulah Rey, tidak sebisa teman-temannya dalam bersandiwara, dia akan jujur kepada semesta bahwa dia sampai sekarang masih kesepian.

Di waktu libur, dia akan menggunakannya untuk sekedar membaca lalu kembali melamun, merasapi hidup. kadang juga dia gunakan untuk mencari tambahan uang, dia akan mulai berkerja di pagi hari lalu kembali pulang sorenya ditemani vespa butut yang paling dia banggakan. Kata Rey, dari pada membuang waktu hanya untuk menunda kesuksesan, lebih baik mempercepat potensi sukses dengan memanfaatkan waktu.

Mahasiswa di situ memang didominasi perempuan. Sehingga sangat memungkinkan bagi para buaya darat untuk memangsa angsa-angsa yang masih polos itu. Bayangkan satu laki-laki bisa mempunyai sampai tiga angsa, sebagaimana cerita teman serumah Rey, memang hanya buaya bangsat yang bisa melakukannya.

Rey pun mencoba berusaha seperti teman -temannya, sialnya dia selalu gagal. Memang kegagalannya selalu menjadi alasan teman serumahnya untuk kembali bertanya. “kapan engkau akan berhenti merayu perempuan dan memulai mencoba merayu laki-laki Rey?!!”.

Perempuan di sini memang punya ketertarikan sendiri, itu hasil penelitian Rey. Mereka akan lebih cepat terjerat dengan para buaya saat mereka bisa dibuat nyaman, tentram, dan bersenang-senang. Dan sialnya, si Rey tidak mempuyai bakat itu semua. Dengan karakter yang dimiliknya, klaimnya dia hanya bisa membuat orang nyaman lewat obrolan, sedangkan perempuan mana yang sudi luluh hanya dengan diajak bicara, dari hati ke hati, dengan mata ke mata. Sungguh yang sangat mengherankan lagi, alih-alih sudah mengetahui pola angsa buruannya, dia masih tidak mau mencoba hal-hal di luar batasannya, dia bersikeras memburu angsa dengan alat seadanya.

Setelah memburu sekian lama dan tidak pernah membuahkan hasil, dia mulai bosan dengan pemikiran bahwa perempuan adalah mahluk lain yang harus selalu dicari, sederhananya angsa yang harus diburu. Dia merubah pemikiran itu, menjadi perempuan yang nanti menjadi takdirnya adalah sejatinya berasal dari dirinya sendiri yang berarti sesungguhnya sangat dekat dengannya.

Dia menyimpulkan bahwa perempuan hanya perlu ditunggu, karena dia sebenarnya hanya sementara dipisahkan, dia akan bertemu kekasihnya saat dia sudah siap. Di logika Rey, yang namanya kekasih pasti akan bertemu seberapun lamanya, karena kekasih itu akan saling menyayangi dan menyayangi tidak akan terjadi kecuali dengan bertemu.

Berangkat dari pemikiran ini, dia rela menjomblo bertahun-tahun di tanah rantau. Dia selalu berdalih begini… jika ditanya, “Tuhan tidak akan salah menaruh mahluknya yang saling mengasihi dengan yang bukan kekasihnya”.

Di tahun terakhir kuliahnya, takdir berkata lain. Rey akhirnya menemukan mahluk yang selama ini dia tunggu-tunggu. Perempuan itu dipanggil Zie oleh teman-temannya, adik kelas Rey dua tahun. dia aktif sebagai aktifis majalah kampus, sedangkan Rey aktif sebagai penulis cerpen di majalah itu. Dan di cerpen “Mana Perempuan Yang Ditakdirkan?” seakan takdir menuntun Rey untuk memanggil Zie lewat cerpennya. Dan Zie merasa harus menjawab panggilan itu. Maka dari sanalah, mereka menemukan dimensi irisan kehidupan yang sama.

Perempuan yang bakal menjadi takdir Rey adalah Zie. Sosok periang yang suka bertanya dan tahu banyak hal. Menjadi cocok karena dia cerewet dan Rey pendiam. Seperti harmoni, karena justru bukan harmoni jika cord progresi yang dimasukan adalah sama.

Proses mendapatkan Zie justru tidak sesusah payah pada awal-awal Rey mengerti pentingnya mempunyai kekasih, penuh ambisi walaupun selalu gagal. Namun, cukup dengan santai dan pasrah. Mereka dipertemukan di satu acara komunitas majalah, di antara puluhan orang yang hadir, ada sepasang dua mata yang saling bertegur, meyiratkan dua kata “kaulah takdirku”.

Awalnya Zie penasaran dengan judul yang ditulis oleh Rey, lalu mulai membacanya, dari satu kalimat ke kalimat sampai ujung terakhir. Ternyata isinya sangat membuat kagum Zie, karena katanya, di situ terdapat satu kalimat yang sangat masuk hati soal kekasih, yaitu sepasang kekasih pasti akan dipertemukan, karena dia tidak dikatakan mengasihi jika belum bertemu kekasihnya.

Saat itu hati Zie juga sedang dalam penantian laki-laki pujaanya. Ternyata Zie juga menunggu-nunggu laki-laki yang akan bertanya “apakah kamu boleh menjadi milikku selamanya?” dan karena itulah, menurutnya inilah waktu yang tepat untuk mengakhiri penantian panjangnya.

Keduanya sepakat membuat janji, lalu kembali bertemu setelah acara kemarin yang begitu menggetarkan. Zie meminta Rey untuk ditanya-tanya soal cerpen barunya yang menurutnya cukup unik.

Halaman selanjutnya >>>
Ahmad Reza Wibowo
Latest posts by Ahmad Reza Wibowo (see all)