MCA Menutup Kebohongan dengan Kebohongan

MCA Menutup Kebohongan dengan Kebohongan
©Panjimas

Muslim Cyber Army (MCA), salah satu industri hoaks di Indonesia, terus berupaya menutupi kebohongan-kebohongannya. Meski sudah terbongkar, tetap saja ia menutupinya yang bahkan dengan cara memunculkan kebohongan lainnya.

Lihat saja ketika MCA berhasil terbongkar. Di media sosial, para anggota, pendukung, dan simpatisannya lalu mengarang cerita yang tidak-tidak. Mereka mengaku bahwa yang apara bongkar itu adalah yang KW alias palsu atau imitasi.

Apa yang ingin mereka capai? Tak lain berupaya membalikkan fakta. Seolah-olah pemerintahan Jokowi-lah yang merekayasa kejadian ini. Adminnya yang tertangkap kemarin adalah buah dari rekayasa Jokowi untuk mengelabui opini publik.

Kita tahu bersama, dasar bergerak kepolisian adalah menindak pelaku penyebaran hoaks dan konten provokatif di dunia maya, apa dan siapa pun itu pelakunya. Bahwa selama mereka menyebar konten terlarang, maka kepolisian berkewajiban untuk menindaknya tanpa pandang bulu. Sebab itu membahayakan integrasi bangsa jika dibiarkan.

Kita tahu pula, MCA ini merupakan industri raksasa penyebar hoaks. Orang-orang dekatnya yang sudah teridentifikasi belakangan ini justru adalah mereka para pembenci atau oposisi Jokowi selama ini.

Artinya, jejak digital jadi bukti bahwa itu bukan rekayasa Jokowi, melainkan kebohongan yang mereka tutupi dengan kebohongan. Ya, satu hoaks ditutupi dengan hoaks lainnya. Bedebah, gak?

Karenanya, untuk publik secara umum, mari jaga persatuan. Jangan mudah percaya dengan kabar murahan semacam itu, apalagi dari mereka-mereka yang sudah teridentifikasi sebagai kelompok MCA atau industri penyebar hoaks lainnya.

Baca juga: