Membaca Generasi Bangsa Melalui Lir-Ilir

“Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu. (HR. Bukhari: 5937)”

Selanjutnya, “Yosurako…Surakhiyo… (Mari Bersorak- Sorak ayo…)”. Artinya, untuk memulai pembenahan dan perbaikan tidak boleh malas, harus mempunyai semangat yang luar biasa, sama halnya kita diajak seorang teman untuk melakukan sesuatu yang kita sukai, maka kita tidak mungkin menolaknya, sehingga kita tana sengaja menjawabnya dengan kata “Ayo”.

Itulah setetes pemahaman dari penulis mengenai syair Sunan Kalijaga yang berjudul Lir-Ilir.

1Kebingungan sejarah di sini bukan sejarah terbentuknya, melainkan sejarah kepemimpinan.

2http://apakahartinya.blogspot.com, 30 Desember 2012 Hidayatulloh Penelitian lirik Lagu Lir-Ilir: Sebuah Kajian Semantik Mahasiswa Pascasarjana Bahasa Indonesia UNISMA. hlm 3

3http://apakahartinya.blogspot.com, 30 Desember 2012Hidayatulloh Penelitian lirik Lagu Lir-Ilir: Sebuah Kajian Semantik Mahasiswa Pascasarjana Bahasa Indonesia UNISMA. hlm. 5

4http://apakahartinya.blogspot.com, 30 Desember 2012 Hidayatulloh Penelitian lirik Lagu Lir-Ilir: Sebuah Kajian Semantik Mahasiswa Pascasarjana Bahasa Indonesia UNISMA. hlm. 5

Baca juga:
    Latest posts by Abdullah Mudhar (see all)