Membangun Keharmonisan Keluarga dalam Kemitrasejajaran

Membangun Keharmonisan Keluarga dalam Kemitrasejajaran
©Peksos

Dalam menjalankan suatu kehidupan dalam berumah tangga atau dalam berkeluarga, tentu berkaitan dengan kemitrasejajaran.

Keluarga adalah satuan pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber insani pembangunan yang paling utama dan pertama untuk anak.  Di sini keluarga merupakan penanggung jawab pembinaan dan peningkatan kemitrasejajaran yang pada akhirnya akan meningkat pada kemitrasejajaran pria dan wanita dalam masyarakat pada setiap sektor kehidupan terlebih keluarga.

Maksud dari kemitrasejajaran di sini adalah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yakni jalinan kerja sama atau hubungan yang menunjukkan persamaan hak. Keluarga dalam kemitrasejajaran ialah adanya sikap saling menghormati, saling membantu, saling menghargai, saling mengisi dan kasih sayang.

Untuk itu, kemitrasejajaran dalam keluarga mengandung makna adanya jalinan hubungan yang harmonis dari suami dan istri yang bersisi kesetaraan dalam keluarga.

Maraknya kemitrasejajaran bermula dari pengembangan di lingkungan keluarga. Lalu tersebar kemitrasejajaran antara pria dan wanita dalam masyarakat yang memperkokoh tumbuhnya kebersamaan, kerja sama, kepedulian, dan solidaritas, yang berwawasan kebangsaan kukuh dan stabilitas nasional yang baik dan dinamis. Hal ini diperlukan sebagai upaya mensukseskan pembangunan.

Tak dapat dimungkiri bahwa dalam menjalankan peran sebagai orang tua atau dalam berkeluarga, tentu akan memiliki banyak lika-liku, tantangan dalam kehidupan. Seperti halnya pencekcokan, perkelahian, bahkan sampai penceraian dan terjadinya kekerasan dalam berumah tangga.

Dengan adanya kasus tersebut, sangat diperlukan kemitrasejajaran antara suami dan istri, yakni dengan mewujudkan keharmonisan dalam berkeluarga.

Keharmonisan keluarga merupakan keadaan di mana anggota keluarga menjadi satu sehingga terjalin kasih sayang dan kerja sama yang baik antara anggota keluarga. Pada akhirnya keharmonisan keluarga tersebut akan merasakan kesejahteraan lahir dan batin.

Ada beberapa hal mengenai strategi membangun keharmonisan keluarga dalam kemitrasejajaran. Pertama, kasih sayang. Sejak lahir manusia sudah membutuhkan kasih sayang sesama manusia. Di keluarga yang mempunyai hubungan emosional sudah semestinya kasih sayang yang terjalin akan mengalir dengan baik dan harmonis.

Kedua, saling pengertian sesama anggota keluarga. Selain kasih sayang, pada umumnya para remaja sangat mengharapkan pengertian dari orang tuanya. Dengan adanya saling pengertian, maka tidak akan terjadi keributan dalam keluarga.

Ketiga, kerja sama. Keluarga yang harmonis seharusnya memiliki jalinan kerja sama yang kuat dengan anggota keluarga yang lain. Seperti halnya mengupayakan untuk melakukan berbagai kegiatan bersama-sama.

Ketiga hal tersebut tentu dapat mewujudkan keluarga yang harmonis dalam kemitrasejajaran keluarga.

Namun belakangan, bisa kita lihat virus Covid-19 yang telah melanda dunia termasuk Indonesia ini berdampak pada pola kehidupan masyarakat terutama pada keluarga. Dampak yang terjadi pada keluarga salah satunya ialah adanya kekerasan dalam rumah tangga.

Hal ini dibuktikan dengan adanya data Komnas Perempuan selama wabah hingga 17 April, pengaduan kekerasan pada perempuan via surat elektronik sebanyak 204 kasus dan juga 268 pengaduan via telepon dan 62 via surat. Masalah ini dapat timbul bisa jadi dikarenakan adanya masalah dalam keluarga, yakni masalah ekonomi atau kurangnya kerja sama dalam anggota keluarga untuk bertahan hidup di masa pandemi.

Untuk itu, dalam kasus ini, strategi membangun keharmonisan dalam kemitrasejajaran perlu dilaksanakan guna untuk mencegah adanya kekerasan dalam rumah tangga atau keluarga. Di sisi lain, untuk membangun keharmonisan dan kemitrasejajaran dalam keluarga, hal ini juga akan berdampak positif bagi sistem sosial keluarga.

Adapun beberapa sebuah saran strategi untuk membangun sebuah keharmonisan dalam keluarga, yaitu saling mengertinya satu dengan yang lainnya kemudian mengetahui bahwasanya dalam pandemi saat ini semua orang sangat membutuhkan sebuah motivasi untuk tetap semangat dan ceria dalam menjalani hidup di masa pandemi ini, maka terciptalah dalam keluarga sebuah suasana saling memotivasi satu sama lainnya.

Kemudian kerja sama antar anggota keluarga juga sangat diperlukan dalam hal ini yang mana kerja sama akan membantu meringankan beban masalah yang ada dalam sebuah keluarga.

Daftar Pustaka

Sugandhi, Mien. 1996. Pokok-pokok Pengarahan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Pada Acara Sarasehan Dan Dialog Tentang Aktualisasi Wanita Di Indonesia. Makalah. Jakarta.

Daradjad. 2009. Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta: Cipta Loka

Rindy Nirwana