Membela Hak Tidak Sama dengan Menyetujui

Membela Hak Tidak Sama dengan Menyetujui
©TWF

Banyak orang yang tidak memahami prinsip sederhana ini, membela hak tidak sama dengan menyetujui. Bahkan di antara komplotan borjuis kecil berpendidikan anak-anak aktivis libertad, para kiri kesiangan, atau komplotan social justice warrior (SJW) sekalipun.

Ketika saya membela hak seseorang untuk menyatakan apa isi pikiran dan perasaannya, baik secara publik atau privat dan secara lisan atau tulisan, bukan berarti saya mesti setuju dengan opini/pendapat yang ia sampaikan, bukan?

Hal ini terangkum dalam kata-kata sederhana, “Saya tidak setuju dengan pendapatmu, tetapi saya akan memperjuangkan hakmu untuk menyatakannya.” Dari logika seperti itu jelas, membela hak (kebebasan berpendapat) bukan berarti menyetujui (isi pendapat).

Logika itu bisa diterapkan dalam melihat kasus yang lain secara luas. Di mana saat ada orang membela kebebasan suatu individu, atau kumpulan individu, bukan berarti menyetujui perilaku ataupun pandangan individu bersangkutan.

Ketika saya membela kebebasan masing-masing orang untuk menyembah apa pun yang ia inginkan, mau batu sekalipun, selama tidak menimbulkan kerugian materi dan luka fisik bagi orang lain, atau menebar teror, bukan berarti saya menyetujui penyembahan yang dilakukan.

Begitu juga ketika saya membela hak mantan narapidana seperti Saipul Jamil, dengan tegas menyatakan yang punya hak menyatakan bersalah, menambah hukuman, atau memperpendek hukuman hanya peradilan semata, bukan berarti saya setuju dengan tindak pedofilianya dia

Hal mana yang luput dari banyak orang yang keukeuh ingin Saipul Jamil ditambah hukumannya, di luar mekanisme persidangan (diboikot dari TV misalnya), yang jelas menunjukkan watak dari mob mentality.

Dan ketika ada orang berkata sebaliknya, dianggap pro dengan pemerkosaan ataupun pelecehan seksual. Orang seperti ini jelas tidak paham prinsip awal bahwa membela hak tidak sama dengan menyetujui. Pun melakukan strawman fallacy.

Baca juga:
Syahid Sya'ban
Latest posts by Syahid Sya'ban (see all)