Membunuh Rasa-Rasa

Membunuh Rasa-Rasa
Ilustrasi: tapchimeovat.com

Beberapa waktu lalu, mencoba menanam lima dan membunuh rasa:

Rasa Penasaran
Rasa Kagum
Rasa Suka
Rasa Sayang
Rasa Cinta

Tiap hari mesti dipupuk dengan pikiran positif
Berharap rasa-rasa itu tetap terjaga

Esoknya mulai muncul bunga-bunga
Aku memberinya nama “bunga rindu”

Seiring berjalannya waktu, semua tampak subur – sangat subur
Tapi, justru aku yang kewalahan
Aku tidak sanggup merawatnya sendiri
Berjuang sendiri
Mencoba memikirkan kemungkinan yang muncul jika semua tumbuh sesubur itu

Sedang aku merawatnya sendiri
Mulai ambil sikap
Mulai mematikan rasa-rasa sampai ke akarnya

Pun pada bunga-bunga yang terlanjur subur
Aku merasa lelah—kewalahan
Sebab merawatnya sendiri
Bisa-bisa aku yang mati duluan, pikirku

Karena sikap itu, kusebut diriku penindas
Ya, aku memang sedang menindas
Menindas perasaan sendiri
Membunuh rasa-rasa

Hanya pupuk yang tersisa
Berharap kelak akan berguna walau entah
Pun jika itu diperlukan

___________________

*Klik di sini untuk membaca sajak-sajak lainnya.

    Uci Susilawati
    Latest posts by Uci Susilawati (see all)