Memulai dengan Kalimat-Paragraf Topik

Memulai dengan Kalimat-Paragraf Topik
©Dumb Little Man

Jika Anda termasuk penulis yang merasa punya banyak ide/gagasan, tetapi, ketika duduk di depan komputer atau laptop untuk menuangkannya, tidak ada sepatah kata pun yang muncul dari keyboard, Anda perlu mencoba cara LBWF berikut ini, yakni memulai dengan kalimat-paragraf topik.

Kalimat-paragraf topik sebenarnya outline belaka. Anda bisa mencobanya untuk memulai sebuah tulisan, entah itu artikel, esai, kolom, maupun tulisan “ilmiah populer” (selain berita). Perumusan atau penetapan kalimat-paragraf topik inilah yang nanti menentukan seluruh isi tulisan Anda.

Perhatikan paragraf berikut:

Anjing adalah hewan yang banyak gunanya. Anjing bisa menjadi teman berjalan-jalan di pagi atau sore hari. Ia juga bisa menjadi penjaga rumah dari incaran pencuri. Para pemburu pun sering memanfaatkan anjing sebagai kawan berburu. Bahkan, kesatuan polisi di seluruh dunia mengandalkan hewan cerdas ini untuk mengendus barang selundupan ataupun narkotika di bandar udara dan pelabuhan.

Itu merupakan contoh paragraf topik dari LBWF yang cukup sederhana. Masing-masing kalimat dalam paragraf topik itu bisa Anda kembangkan menjadi paragraf-paragraf tersendiri.

Misalnya, kalimat “Anjing adalah hewan yang banyak gunanya” bisa Anda jabarkan di kalimat-kalimat selanjutnya sebagai penjabaran atau contoh dari kebergunaan hewan tersebut. Fungsi kalimat-kalimat lanjutan ini merupakan penopang pernyataan kalimat pertama. Dengan demikian, akan terlihat aliran kalimat yang logis.

Anda juga bisa menggabungkan sejumlah kalimat topik dalam paragraf pembuka, yang boleh kita sebut paragraf topik. Paragraf ini berfungsi sama dengan kalimat topik, yang kalimat-kalimat di dalamnya terjabarkan dalam paragraf-paragraf selanjutnya.

Contoh lain, misalnya, Anda mau menulis tentang isu korupsi. Tentu ada banyak aspek yang bisa Anda lihat, seperti sisi mana yang mau Anda tekankan dan pesan apa yang mau Anda sampaikan kepada pembaca; apakah penulis lain pernah mengemukakan pesan serupa atau tidak.

Baca juga:

Meski masih banyak pertanyaan lain yang bisa Anda ajukan kepada diri sendiri, jawaban-jawaban itulah yang nantinya bisa Anda terapkan sebagai kalimat-kalimat topik dalam paragraf topik sebagai dasar penyusunan tulisan.

Secara lebih spesifik, Anda mau menulis bahwa korupsi makin marak, dan publik tampaknya belum benar-benar menyadari bahwa korupsi sangat merugikan kepentingan orang banyak.

Dengan gagasan itu, Anda bisa merumuskan sebuah paragraf topik yang kuat sebagai pembuka tulisan. Anda yakin itu menarik dan akan membuat orang membaca tulisan Anda sampai habis. Anda mungkin bisa merumuskannya begini:

Setelah dua puluh tahun KPK berdiri, korupsi belum menunjukkan tanda-tanda berkurang, malah sebaliknya. Di sisi lain, masyarakat kurang memperlihatkan sikap bahwa mereka keberatan dengan korupsi yang makin menggila itu. Mereka tampaknya tidak mengetahui hubungan yang jelas antara korupsi oleh pejabat publik dan kesejahteraan hidup mereka sebagai warga negara. Kesadaran publik hanya bisa ditingkatkan dengan menyajikan “human face” pada isu korupsi. 

Kalimat terakhir itu, misalnya, menyajikan godaan atau enigma: apa maksud “human face pada isu korupsi?” Tugas Anda selanjutnya adalah menjabarkan paragraf pembuka tersebut.

Sebelum itu, LBWF memberi contoh lain: Anda ingin menulis tentang gawatnya perubahan iklim dunia. Anda punya ide yang hebat tentang isu ini, dan barangkali bisa Anda rumuskan dengan paragraf berikut sebagai pembuka tulisan:

Semua ilmuwan dunia sepakat bahwa ancaman perubahan iklim itu nyata, bahkan lebih mengerikan dibanding yang digambarkan dalam novel atau film-film fiksi ilmiah. Tetapi para pemimpin dunia masih saja terkesan meremehkan ancaman ini dan memilih mengutamakan kepentingan nasional masing-masing. Sementara rakyat kebanyakan di semua negara kurang memahami detail masalahnya dan karena itu mereka cenderung tidak peduli. 

Setelah paragraf topik itu terumuskan dan tertuang sebagai intro tulisan, tugas Anda berikutnya adalah mempertanggungjawabkan klaim-klaim besar itu dengan data dan argumen yang meyakinkan.

Halaman selanjutnya >>>
    Latest posts by Maman Suratman (see all)