Menag Perketat Izin Pendirian Pesantren demi Cegah Menjamurnya Kejahatan Seksual

Menag Perketat Izin Pendirian Pesantren demi Cegah Menjamurnya Kejahatan Seksual
©omong-omong.com

Nalar Politik – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan memperketat izin pendirian pesantren. Hal ini diupayakan demi mencegah menjamurnya kejahatan seksual di Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Menag meminta jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai pesantren. Ia ingin melihat langsung kondisi dan operasional pesantren, apakah telah sesuai dengan izin pendirian pesantren yang diajukannya atau tidak.

“Untuk cegah, kita bikin mitigasi. Misal, izin pendirian pesantren, kita akan lakukan semacam sidak,” kata Yaqut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (30/12).

Bukan tanpa alasan. Kemenang, sebagai lembaga negara yang fokus di ranah keagamaan, menghendaki tidak adanya lagi kasus kejahatan seksual di lingkungan pesantren sebagaimana yang baru-baru ini viral.

Menurut Menag Yaqut, kasus seperti yang dilakukan guru sekaligus pengasuh pesantren di Bandung, Herry Wirawan, terhadap belasan santrinya tidak boleh terulang lagi.

“Kalau dulu rekomendasi tertulis, administratif, sekarang saya minta jajaran Kementerian Agama: sebelum izin operasional dikeluarkan, harus dilihat dulu.”

Kehebohan kasus kejahatan seksual di lingkungan pesantren memang telah menjadi sorotan utama publik. Setelah beberapa kasus mengemuka beberapa waktu lalu, sejumlah daerah tercatat memiliki kasus kejahatan seksual di dalam pesantren, seperti Depok dan Bandung.

Yang paling parah jadi perhatian publik adalah kasus yang dilakukan Herry Wirawan. Pengelola pesantren ini memerkosa 12 santri yang rata-rata masih berumur belasan tahun. Bahkan, delapan orang di antaranya sudah melahirkan sembilan anak akibat kelakuan bejatnya.

Baca juga: