Menalar Komitmen dan Tanggung Jawab Politik Kaum Muda

Lalu apa salahnya kita memberikan apresiasi jika mereka benar-benar berkomitmen perubahan dan berani bersumpah akan bekerja mati-matian demi bangsa? Saat ini mereka berharap mendapatkan kesempatan menguji komitmen perubahan tersebut melalui partai masing-masing.

Denyut nadi dan api semangat setidaknya terus menggelora dalam tubuh mereka yang pada puncaknya menjadi pendorong ijtihad politik berorientasi jangka panjang. Istilahnya Hasan al-Banna (1997), mereka (kaum muda) itu ingin juga menggoreskan catatan membanggakan bagi umat manusia, khususnya bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Karena itu, tak mengherankan jika gerakan politik konkret menjadi jargon semangat perubahan yang senantiasa terus mereka kumandangkan dalam setiap kesempatan.

Politik memang harus kita terjemahkan dalam program aksi mewujudkan cita-cita nasional, menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh kehidupan masyarakat. Ini arti penting sebuah politik itu ada dan dilaksanakan seorang pemimpin.

Pemimpin sejatinya harus bisa mengambil sikap politik dan tegas dalam mengambil kebijakan, bukan justru banyak mengeluh ketika menghadapi masalah dan musibah. Rakyat Indonesia dapat kita pastikan tidak butuh pemimpin lemah, tetapi butuh pemimpin berjiwa kesatria yang rela memberdayakan dan mengajak rakyatnya bangkit ketika tertimpa musibah. Komitmen kaum muda akan teruji di sini.

Gerakan politik yang mereka usung harus benar-benar bisa mereka terjemahkan dalam bentuk konsep dan kebijakan nyata. Bahwa perubahan itu benar adanya, bukan sebatas mimpi atau utopia belaka.

Sampai sekarang penulis masih yakin bahwa dari sekian banyak calon pemimpin bangsa ini, pasti ada kaum muda yang mempunyai naluri kesatria dan siap berkomitmen untuk mengemban amanah rakyat sebagai bekal tanggung jawabnya di hari esok.

*Iksan Basoeky, Peneliti pada Pusat Studi Agama dan Politik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Baca juga: