Menanti Aksi Sosial Ormas MKGR Kalbar dalam Syiar Kerukunan di Menjalin

Menanti Aksi Sosial Ormas MKGR Kalbar dalam Syiar Kerukunan di Menjalin
©Dok. Pribadi

Nalar Politik – Ratusan Pengurus Ormas MKGR baru saja dilantik akhir-akhir ini, mulai tingkat Provinsi sampai 14 DPC yang mewakili seluruh Kabupaten dan Kota di Kalimantan Barat. Para pejuang sosial kemasyarakatan diangkat sumpah mereka dalam mengemban amanah sepanjang periode 2022 – 2027 dan dituntut melaksanakan Panca Moral, yaitu Cinta, Jujur, Berani, Musyawarah, dan Karya Nyata.

Beban sekaligus tantangan bagi segenap pengurus yang wajib menjadikan kelima poin tersebut sebagai denyut nadi dalam menjalankan organisasi.

“Panca Moral haruslah menjadi denyut nadi Ormas MKGR dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta mestilah mentradisi dalam mengembangkan organisasi di Wilayah yang kita cintai,” ungkap Ketua MKGR Kalbar, Prabasa Anantatur.

Belum genap sepekan pasca pelantikan, penulis, secara terpisah menerima informasi, terdapat di salah satu perkampungan terpencil di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, sebuah bangunan masjid tidak terurus dalam kondisi tanpa fasilitas memadai seperti lahan parkir, sound system, bahkan tidak memiliki kamar kecil.

“Kawasan kampung kami ini merupakan sentra kerukunan umat beragama, sebab lokasi sekeliling masjid ditempati warga non-muslim. Meski penduduk muslim tergolong minoritas, tidak pernah terjadi konflik. Justru persoalan terjadi antar sesama pengurus masjid, sehingga saya merasa perlu menertibkannya,” ungkap Suharta (62), pensiunan TNI yang kini dipercaya masyarakat memimpin kepengurusan Masjid Nurul Yaqin.

Salah satu tokoh masyarakat Menjalin menginginkan sound system adalah untuk memudahkan syiar keagamaan yang umum semisal azan, khatib, maupun kegiatan perayaan peringatan hari-hari besar umat Islam.

Sementara itu, lahan parkir dan kamar kecil diperlukan karena posisi masjid satu-satunya kerap dijadikan tempat persinggahan para musafir untuk beristirahat. Sedangkan untuk menyimpan kendaraan mereka berjarak 100 meter, sehingga dikhawatirkan keamanannya, di samping agar tidak mengganggu permukiman saudara non-muslim.

Kerja-kerja sosial dalam rangka menjalankan dua poin awal dan akhir dari Panca Moral, yakni Cinta dan Karya Nyata telah berada di depan mata menanti kiprah Ormas MKGR, tentu berdasarkan Keputusan Ketua DPD, Ketua Bidang terkait seperti Bidang Syiar Keagamaan, berkolaborasi dengan Bidang Pembangunan Desa tertinggal.

Baca juga:

Bukan tak mungkin pula program Maman Abdurrahman, Ketua DPD Golkar di Kalimantan Barat berupa bantuan Ambulan Gratis, dapat diikutsertakan.

“Kami sangat berharap dan berterima kasih atas bantuan siapa pun yang tergerak hatinya untuk peduli terhadap keadaan masyarakat, khususnya di Menjalin,” tutup Serma yang pernah bergerilya membela NKRI di Timor Leste ini.

*Rony Ramadhan Putra