Mencegah yang Sakit Berkuasa

Mencegah yang Sakit Berkuasa
Prabowo Subianto | Gatra

Nalar Warga Sejujurnya saya lebih sering memperhatikan pendukung Prabowo daripada Prabowo sendiri. Namun tadi malam saya menyaksikan sesuatu yang sungguh mengerikan. Berbagai cerita orang terhadap Prabowo ternyata bukan sekadar karangan.

Sulit menahan diri untuk tidak mengatakan bahwa Prabowo sakit. Emosinya sangat labil. Secara spontan dia memarahi penonton, padahal pendukungnya sendiri, karena menertawakan sesuatu yang memang lucu. Langsung terbayang kalau dia berkuasa, ketawa adalah hal pertama yang akan dilarang!

Secara semena-mena, Prabowo juga menuduh para penasihat Jokowi pasti memberi asupan informasi yang keliru. Tidak cukup dengan itu, dia menyebut para diplomat kita nice guy yang hanya senyum-senyum dalam perundingan internasional. Trauma dalam dirinya tampak sangat mendalam.

Oleh karena itu, yang dipikirkan Prabowo cuma perang. Namun itu pun perang di era Thucydides ribuan tahun silam. Tidak ada satu pun kata-katanya yang merujuk pada wawasan humanitarian.

Jadi kalau ada pengamat politik pengangguran mengatakan Jokowi dan Prabowo sama saja, saya kira mereka sama sakitnya.

Jelas sekali Prabowo tidak sehat. Air mukanya suram, penuh kebencian. Tidak heran dia malah bangga melakukan invasi ke Timor Timur (sekarang Timor Leste) yang memakan korban ribuan orang.

*Amin Mudzakkir

Netizen NP
Pengguna media sosial | Warganet