Menepis Citra Mental Terjajah

Perang mempertahankan kemerdekaan dalam kisah kles 1 dan kles 2 berakhir dengan Konferensi Meja Bundar. Di sana, kita menang. Seperti balik nama sertifikat, kemarin yang telah resmi terdaftar dengan nama Hindia Belanda kini berubah menjadi Indonesia.

Batasnya, sama dengan batas Hindia Belanda.

Ya, Uti Possidetis Juris sebagai dampak baik adalah seperti kisah Belanda yang bersusah payah menyatukan namun kitalah yang panen tak sering kita bicarakan. Kita lebih senang mencari alasan marah pada sisi kejam bangsa itu saja.

Ya, seperti takdir, perang dunia 2 dan kisah Jepang yang kejam saat mengganti posisi Belanda memang terdengar mengerikan. Namun, tanpa peristiwa itu mustahil hari ini akan sama dengan apa yang kita rasakan.

Belanda sebagai negara kolonial yang akhirnya memutuskan untuk “MENYATUKAN” dengan paksa apa yang dulu pernah terserak meski tanpa sadar sejak VOC bangkrut, ternyata kelak justru memantik lahirnya negara baru. Bukan Majapahit, bukan Sriwijaya, tapi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan pada Hut ke-77-nya, tak pantaskah kita memaknai sejarah kita dengan cara pandang baru? Tanpa rasa marah dan benci pada mereka yang konon pernah menjajah kita?

Selalu ada hikmah dan cerita baik di balik setiap rasa syukur kita. Selamat merayakan hari merdeka yang ke-77 tahun.

*Leonita_Lestari

Baca juga:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)