Menghina Adalah Bagian dari Kebebasan Berekspresi

Menghina Adalah Bagian dari Kebebasan Berekspresi
©Times of Malta

Nanang Sunandar punya pandangan tersendiri dalam melihat kasus penghinaan yang kini memang sedang marak-maraknya. Menurut aktivis Forum Libertarian Indonesia ini, entah bentuknya terhadap ajaran agama ataupun fisik manusia, menghina adalah tetap merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, hak segala bangsa.

“Kalau posisi saya sih sudah jelas: menghina sesuatu—apa pun itu—baik di ruang privat maupun publik, adalah bagian dari freedom of speech,” tegas Nanang.

Andaipun tindakan yang demikian itu harus dilarang, maka tiga pertanyaan berikut ini, bagi Nanang, harus terjawab tuntas sebelum melakukannya:

(1) Apakah karena aktivitas itu kita lakukan di ruang publik? (2) Apakah karena aktivitas itu kita lakukan pada sesuatu yang tidak hina menurut standar orang lain, tetapi hina menurut standar kita? (3) Apakah karena aktivitas itu sesuatu yang jahat pada dirinya sendiri, an evil in itself?

“Jika (1), maka kita boleh menghina sesuatu, apa pun alasannya, selama di ruang privat. Dan yang membocorkan hinaan kita ke ruang publik yang seharusnya dikenakan sanksi (hukum). Jika (2), kita boleh melakukannya selama itu juga dianggap hina oleh orang yang kita hina.”

Tetapi kalau alasannya adalah (3), tambah Direktur Indeks ini, maka siapa pun tidak boleh melakukannya, atas alasan apa pun dan di ruang mana pun.

“Jika (3), maka yang kasihan bukan hanya UAS dan pemuka agama sejenis (dalam hal penghinaan ajaran agama), tetapi juga ateis yang punya hobi menghina ajaran agama di ruang privat.” [fb]

Baca juga:
    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)