Menghitung Kehamilan Kahiyang Ayu Jokowi

Menghitung Kehamilan Kahiyang Ayu Jokowi
Foto: Kompas

Membuka jalan fitnah, seperti ditunjukkan sekelompok pembenci Jokowi kepada putrinya, Kahiyang  Ayu, sama saja dengan mengumbar fitnah.

Beberapa hari belakangan, kita disuguhkan oleh kehebohan yang seakan menggiring opini bahwa putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, sudah hamil duluan sebelum menikah. Umpan yang “berlagak lugu” ini disambut dengan gegap gempita oleh para pembenci Presiden dan dijadikan celah untuk melakukan tuduhan keji.

Jadi teringat ketika ada sahabat yang datang ke rumah bersama ibundanya. Dengan berurai air mata, Sang Ibunda mengadu bahwa anaknya baru menikah 2 minggu tapi sudah diidentifikasi hamil 4 minggu. Sementara Sang Putri bertahan, bahwa ia tidak tidak melakukan hubungan badan pranikah.

Karena tidak ahli di bidang ini, akhirnya Shuniyya berkonsultasi dengan dokter kandungan yang dulu membantu kelahiran Mas Lutfi. Mohon petunjuk penjelasan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran.

Dari sini kita menjadi paham, bahwa cara menghitung kehamilan bukan dari awal melakukan hubungan badan, melainkan awal masa subur. Jadi, wajar sekali ketika seseorang baru menikah 2 minggu tapi sudah diidentifikasi hamil 4 minggu. Artinya, setelah menikah langsung hamil.

Masih ingat dengan sangat baik, ketika Dokter menjelaskan, rumus perkiraan kelahiran anak menggunakan “cara awam”, yaitu tanggal pertama haid terakhir ditambahkan 7, kemudian bulannya dikurangi 3, dan angka tahunnya ditambahkan 1. Kemudian, rentang waktunya plus-minus 14 hari.

Jika diterapkan dalam kasus Kahiyang Ayu, beliau menikah pada tanggal 8 November 2017. Perhitungannya:

tanggal (8) + (7) = 15
bulan (11) – (3) = 8
tahun (2017) + 1 = 2018

Jadi, perkiraan kelahiran anak Kahiyang Ayu adalah tanggal 15 Agustus 2018, dengan rentangan 14 hari sebelum dan sesudahnya, yakni antara tanggal 31 Juli 2018 hingga 29 Agustus 2018. (Tahun 2018 bukan termasuk tahun kabisat, Bulan Februari hanya 28 saja)

Kalau kita memahami perhitungan tersebut, maka ketika Kahiyang Ayu melahirkan pada tanggal 1 Agustus 2018 masih sangat wajar, tidak ada masalah. Dan tidak bisa dituduh secara keji. Ini salah satu anugerah ketika menikah langsung hamil.

Terlepas dari itu semua, hendaknya kita paham bahwa perilaku individu dan terjadi di ranah privat merupakan sebuah keharaman untuk disebarluaskan. Jika memang benar, pastinya mereka yang membawa-bawa agama Islam sudah sangat tahu apa hukum dan hukuman bagi mereka yang menyebarluaskan aib orang lain?

Dan lebih parah lagi, jika hal tersebut fitnah, atau tuduhan tanpa bukti yang kuat, silakan buka Kitab Suci Alquran di Surat An Nur. Apa hukuman bagi mereka yang menuduh wanita muhshonat sebagai pezina?

Semoga menjadi pencerahan bagi orang-orang yang berakal. Selamat atas kelahiran Ananda tercinta. Semoga menjadi putri yang salihah, sehat lahir-batin, sukses dunia-akhirat, serta istiqomah fi thoatillah dan senantiasa bisa mengharumkan nama bangsa dan negara.

_____________

Baca juga:
Shuniyya Ruhama
Shuniyya Ruhama 14 Articles
Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri-Kendal