Mengkritik Kritik Jamaah Ahokers

Mengkritik Kritik Jamaah Ahokers
Foto: Twitter Image

Nalar Warga – Saya perhatikan dengan seksama, jamaah Ahokers, khususnya pasca Pilgub DKI Jakarta yang menghebohkan dan luar biasa itu (maksudku luar biasa bahlulnya), sering atau bahkan selalu tidak akurat, tidak pas, dan salah alamat ketika menyampaikan kritik-kritik mereka terhadap Anies-Sandi.

Misalnya begini: mereka mengritik Anies-Sandi yang dinilai tidak becus memimpin Jakarta. Tapi, pada saat yang sama, mereka menyebut keduanya sebagai pasangan “Gabener-Wagabener”.

Menurutku ini sebuah anomali atau “ketidaknormalan”. Sekarang saya tanya: jika kalian menyaksikan ada orang gila yang telanjang total atau “wudo blejing” dan kencing seenaknya di jalan atau tempat-tempat kerumunan orang, terus dengan gigih Anda mengritiknya sebagai sebuah tindakan yang tidak pantas, kemudian menyarankan si gila tadi untuk berpakaian lengkap dan kencing di toilet.

Apakah itu bukan tindakan anomali dan “salah alamat”? Masak orang gila kok disuruh berpakaian lengkap dan kencing di toilet? Suka-suka mereka dong mau berpakaian kek, mau kencing di jalan kek, di monas kek, apa urusannya dengan lu pade?

Nah, begitu pula ketika Anda (khususnya Ahokers dan cebongers) menyebut Anies-Sandi sebagai “Gabener-Wagabener” terus mengkritik berbagai perkataan, pernyataan, dan kebijakan publiknya yang kalian nilai tidak bijak, juga sebuah anomali dan salah alamat atau salah sasaran. Kritik baru pas dan akurat itu kalau ditujukan kepada pasangan Gubernur-Wagubernur.

Namanya saja Gabener-Wagabener, ya suka-suka mereka dong mau ngomong dan melakukan apa saja: bikin pasar di jalan raya kek, bikin kolam renang di jalan-jalan kek, bikin Natalan di Monas kek, bikin jamban di Ciliwung kek, batalin DP 0 persen kek, bikin tekek kek. Mereka mau bilang muter-muter mbulet kayak “kentut hansip” kek juga terserah mereka dong. Kalian nggak bisa dan nggak boleh protes.

Masak “Gaberner-Wagabener” disuruh berbuat bener? Bener-bener gabener dan wagu bener deh kalian kaum Ahokers dan cebongers.

#Sekali-sekali “membela” Mamat-Mimin.

*Sumanto Al Qurtuby

___________________

Artikel Terkait: