Menjadi Relevan Adalah Tantangan Partai Politik Saat Ini

Menjadi Relevan Adalah Tantangan Partai Politik Saat Ini
©pt

Nalar Politik – Dalam rangka menyambut Pemilu 2024, menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat adalah tantangan partai politik. Akan adanya perubahan karakter pemilih saat ini membuat relenvasi itu makin penting.

Hal tersebut terangkum dalam Tajuk Rencana Harian Kompas berjudul Partai Politik yang Relevan. Disebutkan bahwa sekitar 60 persen pemilih pada Pemilu 2024 adalah generasi Y (milenial) yang lahir pada 1980-1996 dan generasi Z yang lahir 1997-2010.

“Generasi Y dan Z memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya, yaitu generasi baby boomers dan X. Tingginya paparan teknologi informasi terhadap generasi Y dan Z membuat sebagian kegelisahan dan kebutuhannya dapat dilihat dari yang dicari saat mengakses teknologi informasi,” lansirnya melalui edisi 13 Desember 2021.

Dalam acara “Year in Search 2021: Apa yang Indonesia Telusuri Sepanjang Tahun Ini?”, diketahui hal terkait Covid-19 dan Kartu Prakerja menjadi bagian yang paling banyak dicari pengguna internet Indonesia di Google pada tahun ini.

Sementara itu, hasil riset Kantar bertajuk “Media Trends Prediction 2022” dan riset Nielsen Indonesia menyebutkan, sekitar 83 persen orang Indonesia suka menonton video daring.

“Sejumlah kajian lain menunjukkan, saat ini anak muda juga punya perhatian besar terhadap isu seperti perubahan iklim atau masa depan bumi dan transparansi.”

Sebagai salah satu cara untuk menjadi relevan, partai politik diharapkan mampu menjawab isu tersebut. Jawaban ini dinilai tidak cukup dengan menempatkan generasi Y dan Z dalam kepengurusan partai politik atau memasukkan mereka dalam daftar bakal calon anggota legislatif, tetapi juga bagaimana membuat langkah yang nyata.

“Misalnya, membantu mengatasi pandemi Covid-19 atau penyediaan lapangan kerja dan melawan korupsi sebagai bagian dari mendukung transparansi. Jejak digital akan menunjukkan mana partai politik yang sungguh-sungguh berupaya untuk menjadi relevan dengan generasi Y dan Z serta mana yang hanya menjadikan hal itu sebagai pencitraan.”

Ditegaskan pula bahwa keseriusan partai politik untuk menjadi relevan dengan generasi Y dan Z ini tidak hanya membuka peluang kesuksesan yang lebih besar di Pemilu 2024, tetapi juga bentuk tanggung jawab menjaga kelangsungan demokrasi di negeri ini.

“Keberadaan partai politik menjadi salah satu syarat dari demokrasi dan tingkat partisipasi rakyat di pemilu adalah bagian dari keberhasilan demokrasi. Adanya partai politik yang relevan akan membuat pemilih tak keberatan datang ke tempat pemungutan suara untuk memberikan suaranya saat pemilu.”

Baca juga:

Meski belum setinggi Pemilu 1999 yang mencapai lebih dari 90 persen, ungkapnya lebih jauh, peningkatan partisipasi pemilih terlihat di Pemilu 2019 jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Dengan upaya konsolidasi yang kini mulai dijalankan sejumlah partai politik, antara lain dengan menggelar pendidikan kader, ada harapan agar partisipasi pemilih meningkat lagi di Pemilu 2024.

“Tentu harapannya, peningkatan partisipasi ini bukan karena adanya tekanan dan manipulasi seperti di pemerintahan otoriter atau digunakannya kampanye hitam yang membelah masyarakat, melainkan karena partai politik makin relevan dengan kebutuhan masyarakat hingga amat pantas dipilih.”