Menstigma Jemaat Ahmadiyah, SEJUK: Bubarkan FKUB!

FKUB dan Jokowi
©Setkab

Nalar Politik – Serikat Jurnalis untuk Kebebasan (SEJUK) menyeru pembubaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pihaknya menilai apa yang dilakukan tokoh-tokoh agama yang tergabung di dalamnya sangat arogan dan tidak bijak.

Hal tersebut terlihat dari surat Pernyataan Bersama FKUB yang melibatkan MUI, PWNU, dan PW Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Barat yang sama sekali jauh dari harapan sebagai aktor-aktor penting dalam meredam kebencian terhadap jemaat Ahmadiyah agar kehidupan bermasyarakat kembali kondusif dan damai.

“FKUB yang peran dan fungsinya membangun dialog justru terlibat dalam pernyataan sikap sepihak yang menguatkan stigma dan kebencian terhadap jemaat Ahmadiyah,” tulis SEJUK melalui rilisnya di media sosial, 8 September 2021.

“Bagaimana bisa malah aktif memperuncing permusuhan terhadap keyakinan agama yang berbeda?” tambah lembaga yang berisi para jurnalis dari berbagai media mainstream, aktivis HAM, dialog antar-iman, dan penulis ini.

SEJUK menilai, FKUB menyalahi eksistensinya yang makan dan hidup dari pajak warga yang berasal dari latar belakang agama dan keyakinan berbeda-beda dengan terus-menerus menjadi alat negara untuk bertindak diskriminatif terhadap agama atau keyakinan minoritas dan tidak bekerja untuk memfasilitasi hak beragama seluruh warga negara.

FKUB Kalimantan Barat, bagi SEJUK, melanjutkan FKUB lainnya yang selama ini tidak sanggup berdiri untuk semua keyakinan yang hidup di masyarakat.

“Untuk apa tetap dipelihara atau malah diperkuat? Anda memilih berdiri untuk kesetaraan hak dan berpihak kepada kemanusiaan kelompok rentan atau terus mengistimewakan elite-elite agama mayoritas yang menikmati duit umat agama atau keyakinan minoritas?” tanyanya tegas.

Diketahui, bersama sejumlah elemen elite agama mayoritas, FKUB Provinsi Kalimantan Barat memberi sikap terkait kasus yang menimpa jemaat Ahmadiyah di Sintang. Dalam pernyataannya, Ahmadiyah dicap sebagai aliran yang berada di luar Islam (sesat) dan menyesatkan karena tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir.

“Jadi, masih ragu juga untuk membubarkan FKUB?” pungkas SEJUK.