Mereka Bukan Manusia

Mereka Bukan Manusia
Ilustrasi: Ist

Mereka bukan manusia
Kau pasti bertanya
Mengapa malam ini kudatang membawa air mata
Tak seperti biasa
Walau muram namun tak terjamah telinga
Nampaknya hanya pada mata

Aku akan mulai bercerita
Kumohon hilangkan segala cahaya
Kau tak akan sanggup melihat
Muka penuh luka bercampur air mata
Biarlah kita bercerita dalam gelap

Cukuplah kau tersiksa bersama tangisan
Biar perih luka kutanggung sendiri
Biar perih luka ditanggung penderita
Sebab di antara mereka belum sempat berkata

Kucoba memulainya
Dan kau tiba-tiba menyalakan sepercik cahaya
Melihat wajah sampai ke bawah

Pasrahku mengikuti arah matamu
Matamu tak berkedip
Melihat tubuh yang di hadapan tampak begitu aneh
Berkepala namun tak berkaki

Aku baru saja mendatangimu
Berjalankan tangan
Berjejak darah
Hanya kau yang tahu segala kegilisan

Kau diam agak begitu lama
Perlahan kau melihat
Menggeleng beriring tagis
Lalu berkata “mereka bukan manusia”

 

Siapa Bisa Berkisah Roman?

Lihatlah para penyair roman!
Awan menampakan muram
Air laut bergemuruh menampakan amarah
Tak ada kicauan burung
Tak ada lagi roman klasik
Puisi indah citra alam

Kini kau melukis dengan tinta hitam
Hasilnya kemuraman

Lihatlah para penyair roman
Kehilangan rasa mengasa imajinasi
Siapa bisa?
Melukis indah di tengah kehancuran
Bertutur gembira di tengah tangisan

Di sini bukan lagi lautan kecerian
Boleh jadi kau melihat pelangi di angkasa
Warna-warni lukisan indah
Semua akan hilang, bahkan tak bersisa

Kau berdiri di atas darah
Menghirup bau darah
Bahkan sebentar lagi kau bersisakan darah

Sekali lagi kutanyakan
Siapa bisa berkisah roman hari ini?

 

Isyarat Alam

Di sebelah gunung telah muncul sang surya
Kemarin gelap sekarang penuh harapan
Burung bernyanyi bahagia
Pepohonan melambai riang
Ombak menyapa begitu ramah
Mereka tak mungkin berkata
Sebab kita pandai memahami

Tangis kemarin biarlah
Tak mungkin terus berkabum
Para mayat telah bercampur tanah
Kemarin biarlah duka
Jangan dilanjutkan!
Alam telah memberi isyarat
Hari ini dan selamanya akan terus bercahaya

Fadimura
Fadimura 1 Article
Mahasiswa D-III Teknik Sipil Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara | Kader PMII