Mereka Lupa Siapa Budiman

Mereka Lupa Siapa Budiman
┬ęTwitter

Berharap Budiman playing victim terhadap pemecatannya, percayalah itu tidak akan pernah terjadi. Budiman jauh dari sifat itu. Sejarah mencatatnya.

Berbeda dengan banyak politisi yang langsung berungkap marah ketika dipecat, dia justru dengan santun mengucapkan terima kasih telah bersama partai sekian puluh tahun.

Terhadap pemecatannya, Budiman hanya akan menjadi makin besar. Sejarah juga sudah mencatatnya.

Ingat heroik kisah kudatuli 1996 di markas PDI Diponegoro 56? Dia dihabisi oleh rezim Orde Baru karena cita-citanya akan demokrasi. Butuh Jakarta harus dibakar oleh penguasa hanya untuk menghentikan langkahnya menuntut demokrasi itu.

Oleh penguasa, dia memang berhasil dipenjara dengan vonis 13 tahun. Tapi oleh gelombang perlawanan yang diinisiasinya, peristiwa itu memantik rasa merdeka dan demokrasi pun menang. Hanya butuh waktu dua tahun sejak pemenjaraannya Orde Baru tumbang.

Kini, ketika persatuan nasional menjadi satu ide yang harus dia perjuangkan untuk bangsa ini, oleh sedikit orang yang merasa terganggu dengan kiprahnya, sekali lagi dia kembali harus dilumpuhkan.

Tidak seperti rezim kala itu butuh Jakarta yang dibakar untuk mencari letak salah dan alpanya, segala hal baik tentang diri pribadi Budimanlah yang kini dibakar. Ada tiba-tiba hadir ribuan orang mencari cela dan salah seorang Budiman.

Ketika sisi pidana tak dia miliki untuk mencari salah, sisi perdata berupa utang piutang pribadi pun diungkit. Ketika tak ada data korupsi karena hidupnya terlalu penuh dengan kesederhanaan, kemiskinannya dijual dan utang adalah nistanya.

Baca juga:

Dia dihabisi dari semua sisi. Semua ranah pribadinya diumbar dengan satu irama seolah dia adalah MUSUH NEGARA.

Dia yang kabarnya bukan siapa-siapa dan tidak punya gerbong, ternyata harus dilawan secara keroyokan berjemaah dengan melibatkan RIBUAN ahli retorika melalui media. Dan targetnya, DIA HARUS JATUH!

Dan benar, seperti dia divonis 13 tahun oleh rezim Orba, Budiman Sudjatmiko kini divonis PECAT dari PDIP, partai yang tak mungkin ada tanpa peristiwa kudatuli 96 di mana Budimanlah yang dipenjara.

Sama seperti Budiman yang disoraki saat vonis 13 tahun, vonis pemecatannya pun ingar bingar dirayakan dan dibuatkan narasi gembira dengan nada penuh puji syukur. Dia seolah lebih penjahat dari seluruh penjahat yang ada di negeri ini.

Bila dulu akibat dari pemenjaraannya memantik reformasi dan negara ini menjadi makin baik, mustahilkah kini pada kisah pemecatannya dari partai akan membawa gelombang perubahan yang signifikan untuk negerinya yang sama?

Satu hal yang pasti, adakah ide perjuangannya tentang rekonsiliasi nasional, tentang persatuan Nasional untuk bangsa besar ini dalam menghadapi tantangan masa depan yang luar biasa berat itu adalah hal buruk seperti reformasi adalah buruk di mata Orba sehingga dia perlu dan harus dijegal?

Untuk yang senang dan bangga dengan identitas kelompok, dia memang MUSUH besar yang harus dihapus.

Dan satu hal pasti yang lain, mereka lupa siapa BUDIMAN SUDJATMIKO. Mereka lupa bahwa sosok ini justru akan makin menggila ketika dirinya diinjak dan dihabisi.

*Leonita_Lestari

Baca juga:
Warganet
Latest posts by Warganet (see all)