Mereka yang Lupa Menutup Mata Saat Berciuman

Mereka yang Lupa Menutup Mata Saat Berciuman
©Urbanasia

Andai pagi tak pernah pergi, orang-orang tak perlu buru-buru. Waktu tak pernah mengejar dan kita tak akan pernah merasa terlambat. Bisa jadi kita tak pernah menyesal juga. Pada akhirnya kita akan kembali memulai dengan kata-kata. Menjelajah ensiklopedia dan menemukan Romeo dengan Juliet yang masih menjadi misteri. Kita mendaur ulang mereka dalam puisi yang membuat pembacanya tidak sadar sudah saling jatuh cinta.

Salam

Aku titip salam pada ibumu yang matre
pada ayahmu yang songong dan keluargamu yang feodal
aku ingin mereka tahu mencintaimu tak semudah ikut lotre

cinta adalah cinta, dan cantikmu tak ada nilainya dalam cinta sekalipun mahal.

**

Bekas kecup yang menganga di lehermu adalah bukti
sebaik-baik kecupan masih dari bibirku
sebagai masa lampau yang dikirim ke mari sebelum kita berakhir mati
dan masih saja aku membenci jarak sebab menghasilkan rindu.

**

Bahwa semua kata-kata yang telat memasukkan lamaran adalah gombal
sebagai perawan, engkau tetap peduli pada selangkanganmu
konsumerisme menjadi ciri khas atas dasar dompet yang melulu tebal
tentang kita yang hanya membuat lika-liku tak kunjung tuai temu.

**

Pertemuan selalu menjadi jembatan dari kesedihan. Sebab menghasilkan perpisahan, sehingga beberapa orang memilih berdiam diri tanpa menemui siapa-siapa. Tapi bagaimana jatuh cinta tumbuh dari hati yang begitu dalam tanpa kenal siapa-siapa.

Atau manusia hanyalah wadah untuk semua peristiwa yang dikendalikan semesta agar dapat diceritakan sebagai sejarah. Sungguh akan menjadi misteri bila semua adalah perencanaan yang tak pernah disadari, hingga di penghujung semua menjadi istimewa, tetapi gagal dituliskan sehingga menolak jadi legenda.

Kita baiknya jadi pembaca yang tekun, demi luka-luka beserta kegembiraan yang menyertainya, kelak. Hanya dibaca sebagai kata-kata belaka.

Baca juga:

Vital

Tuhan menciptakan kelamin untuk melengkapi biologis
manusia menukar miliknya agar bisa lebih harmonis
pelukan menjadi pelengkap kehangatan
lelaki memuaskan perempuannya demi terlihat jantan.

**

Aku ingin hamil tetapi menolak kelahiran
segala dalam perutku bisa hancur lewat puisi
sebelum sesak menua merah bekas tamparan
aku mengulanginya lagi, lebih terisi.

**

Perempuan atau lelaki, jenis kelamin selalu jadi masalah
aku ingin tumbuh tanpa pengenal, sulit diterka
demi orang-orang yang kebingungan penuh rasa bersalah
merasa hidupnya penuh dusta, sementara takut mati masuk neraka.

**

Sepasang manusia pisah sebab kelamin lelakinya bermasalah
aku membayangkan engkau mawar
saat aku kalah
kau lalu bangkit dan meminta dilamar.

**

Mengingat kalender segera meruntuhkan seluruh angka di tubuhnya. Tak ada lagi hari-hari baru, tak ada perayaan, tak ada pengingat, dan tak akan ada lagi ulang tahunmu yang harus diisi dengan hiburan yang penuh sesal. Kita akan hidup tanpa warna dan waktu, semua akan terasa sama, membosankan.

Entah kau dikirim Tuhan kepadaku sebagai anugerah atau kutukan. Sebab aku selalu kesulitan menerka, yang mana sakit dan kegembiraan sebab hati yang tumbuh dan menggumpal dari susunan luka-luka selalu kesulitan memahami.

Bahkan aku sempat berpikir, kau adalah sosok yang sangat menawan. Dan itu wajar, yang kutahu iblis selalu menjelma bahkan lebih cantik dari manusia.

Tentang warna gincumu yang ungu dan motif bunga pada selendangmu yang merah, aku tidak lagi menemukan kombinasi warna yang cocok untuk menyebut dirimu sebagai pelangi.

Halaman selanjutnya >>>
    Burhan SJ