Meretas Kiprah Mahasiswa sebagai Agent of Change

Meretas Kiprah Mahasiswa sebagai Agent of Change
Foto: idntimes.com

Kiprah, dalam arti sederhananya, adalah suatu kegiatan, suatu aktivitas. Dalam arti luasnya, diartikan dengan suatu kegiatan yang memiliki semangat tinggi.

Dipertegas lagi dengan pernyataan WJS. Purwadarminta (1976) dalam kamus umum Bahasa Indonesia, kata kiprah dijelaskan sebagai suatu tindakan, aktivitas, kemampuan kerja, reaksi, cara pandang seseorang terhadap ideologi atau institusinya. Maka dengan sepintas penulis dapat memahami bahwa kiprah merupakan beberapa reaksi yang didasari semangat tinggi dalam mencapai ideologi terpenting.

Istilah kiprah pun seiring dengan mahasiswa yang sebagai pemilik darah muda. Maka tak heran bila dulu Bung Karno mengatakan; seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.

Dalam hal perubahan, tidak lepas dari yang namanya pemuda atau mahasiswa. Karena mahasiswa adalah aktor untuk mengontrol isu-isu yang ada. Perubahan itu sendiri yang akan menggenggam bangsa di masa depan dan hanya yang abadi di dunia ini. Siapa yang tak mau berubah akan digilas zaman. Sebab, perubahan merupakan siklus keniscayaan di alam ini, yang tak dapat dibendung, memang begitulah sifat alam ini (Willy Aditya, 2014:47).

Seyogyanya dalam menciptakan suatu perubahan yang signifikan tentu terhalang oleh berbagai tantangan untuk dihadapi. Seberapa besar tantangan dilewati, maka sejauh itulah perubahan yang diciptakan oleh mahasiswa.

Melawan Arus Zaman

Era modernisasi kontemporer, telah terlihat aspek-aspek terkait dengan tantangan mahasiswa demi masa depan Indonesia. Antaranya; pertama aspek ekonomi.

Bukti nyata yang mendasari bahwa Ekonomi adalah tantangan bagi masa depan Indonesia, yaitu dengan dibentuknya Organisasi Internasional yang dikenal dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Hal ini menunjukkan persaingan antar Negara tidak bisa dihindari, sudah menjadi tanggung jawab bersama dalam menelaah seluk beluk arus perekonomian yang semakin berkembang dalam area Internasional.

Kedua, aspek budaya. Soal budaya yang menjadi tantangan seorang pemuda adalah budaya hedonisme; kebaikan yang pokok dalam kehidupan, yaitu kenikmatan.

Kenyataan yang tergambar di kehidupan pemuda sekarang adalah hal-hal yang mengandung suatu hiburan dan yang demikian telah melekat pada diri seorang pemuda, ditambah dengan teknologi canggih hingga membuat pemuda semakin terlena, budaya literasi pun hilang ditelan masa.

Berawal dari sebuah perubahan akan tercipta persatuan dan kesatuan. Asal kita bisa menerima dan bisa memberi, karena dengan ini rahasianya persatuan itu.

Mahasiswa sebagai agent of change dan agent of social control hanya bisa bergerak dalam satu aspek, yaitu aksi. Walau hanya sebatas aksi, namun akan terlahir perubahan yang besar.

Berdasarkan hemat penulis, aksi tidak hanya diartikan dengan kata demonstran, yang mana akhir-akhir ini terjadi, akan tetapi lebih luas dari sebatas demonstran. Salah satu aksi demonstran kemarin adalah aksi yang telah diselenggarakan oleh PC PMII D.I. Yogyakarta di pertengahan jalanan lalu lintas, bertepatan pada tanggal 28 Oktober 2107 tidak lain dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda 89 th.

Momen seperti ini oleh mereka dijadikan ajang memprotes serta menagih terhadap 9 janji Jokowi-JK sebelum mencalonkan diri sebagai President RI yang dikenal dengan sebutan Nawa Cita tiga tahun silam. Hal ini juga demi menghilangkan omongan Masyarakat yang tidak mempercayai lagi atas pemuda sekarang sebagai agen perubahan.

Selain itu, disusul dengan aksi kebangsaan perguruan tinggi di stadium Mandala Krida Yogyakarta untuk melawan Radikalisme. Pada saat itu ribuan guru besar atau professor, doktor, dan magister pimpinan perguruan tinggi ikut berpartisipasi mendeklarasikannya. Catatan bagi kita semua bahwa suatu problematika tidak boleh lepas dengan 3 eleen, yaitu diskusi, aksi, dan refleksi.

Momen di atas merupakan salah satu kategori aksi yang bersifat demonstran. Dan aksi itu sendiri bukan hanya diartikan dengan demonstran yang telah penulis katakan di awal-awal.

Karya tulis pun juga bagian dari aksi nyata bila terdapat gugatan pada kebijakan-kebijakan pemerintah, salah satunya terkait evaluasi 3 tahun Jokowi-JK memimpin di segenap kepulauan sabuk-zamrud yang bernama Indonesia ini. Segala bentuk yang demikian pastinya tidak lepas dari peran seorang pemuda yang ikut menyetir arah bangsa.

Menelaah Semangat Pembaruan; Semangat Mahasiswa

Sejarah mencatat, tonggak estafet perjalanan bangsa ditentukan oleh generasi mudanya, dan ini lebih mendominankan Pemuda Mahasiswa. Sehingga Mahasiswa diimpikan peran pembaruannya di tengah amburadur realitas kepemimpinan saat ini.

Peran yang penulis maksudkan di antaranya; Pertama, sebagai penerus semangat muda 45. Kita ketahui bersama pada awal-awal kemerdekaan Indonesia, pemuda pejuang termasuk Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana menggelorakan semangatnya setelah berdiskusi dengan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Artinya, di kala Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di jepang pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, golongan muda itu membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk meyakinkan mereka agar mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia segera melihat keadaan Jepang semakin lemah. Semangat seperti inilah yang perlu ditanamkan sekarang ini di benak pemuda Mahasiswa.

Kedua, sebagai generasi pengganti. Tokoh-tokoh pemerintahan sampai sekarang masih belum bisa mengemban amanat dengan baik. Hal ini sesuai 9 janji Jokowi sudah tidak sejalan dengan fenomena, yang dikenal Nawa Cita itu. Kita semua pasti menginginkan bukti nyata bukan janji semata.

Ketiga, menjunjung tinggi kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan Masyarakat Bangsa. Sebagaimana sepak terjang sang fajar gelar Soekarno sebagai penyambung lidah rakyat dulu.

Maka, kehadiran Mahasiswa dalam perannya di atas kiranya mampu mengembalikan semangat juang 45 untuk memerdekakan Indonesia yang secara kasat mata tidaklah merdeka.

#LombaEsaiMahasiswa

*Moh. Nuruddhalam B, Pelajar di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta; FB: Nadzam Mumtaz

___________________

Artikel Terkait:
Latest posts by Peserta Lomba (see all)