Minim Pengalaman, Gagasan Prabowo-Sandi Dipertanyakan

Minim Pengalaman, Gagasan Prabowo-Sandi Dipertanyakan
Politisi PSI: Uki, Surya, & Rian

Nalar PolitikPolitikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mempertanyakan gagasan dari kubu Prabowo-Sandi dalam debat perdana nanti. Bahkan, ia juga menyebut pasangan Prabowo dan Sandi minim pengalaman dalam pelayanan publik.

“Pak Prabowo ini tidak punya pengalaman administratur sipil, jadi kita belum tahu nih konkretnya apa, gagasannya apa. Mas Sandi pun biasa di swasta, tentu minim pengalaman juga di sektor publik. Dia menjadi Wakil Gubernur dalam hitungan bulan udah pamit, ya kan? Jadi kami menunggu gagasan dari kubu Pak Prabowo dan Sandi,” ujar caleg PSI untuk DPR RI Dapil DKI Jakarta 1 ini.

Lebih jauh lagi, Rian turut menjabarkan tiga strategi konkret untuk menekan laju korupsi oleh Presiden Jokowi. Ini disampaikannya di hadapan awak media saat menggelar acara temu bersama di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat.

“Kami amati, ada 3 strategi yang Pak Jokowi sudah lakukan. Pertama yang dilakukan adalah menyulitkan orang untuk korupsi. Konkretnya adalah di zaman Pak Jokowi ini lelang-lelang harus elektronik, perizinan elektronik, pelayanan satu atap. Jadi akan menyulitkan orang untuk melakukan korupsi,” papar Rian.

Kedua, lanjut Rian Ernest meningkatkan risiko orang untuk melakukan korupsi. Dengan peraturan baru, semua orang di Indonesia bisa menjadi “penyidik” tambahan KPK.

“Semua orang bisa melaporkan korupsi yang mereka ketahui, dan nanti akan diberikan imbalan. Jadi koruptor-koruptor ini bukan hanya takut dengan kamera di kantor sekarang, tapi juga takut dengan semua orang yang bisa melaporkan perbuatan korupsi,” tambahnya.

Ketiga, Presiden Jokowi menghilangkan alasan orang untuk berbuat korup.

“Di era Pak Jokowi ini, gaji aparatur sipil negara (ASN) naik, terutama anggaran Kepolisian naik cukup drastis. Kenapa naik? Ya gimana kita mau memberantas korupsi kalau sapunya itu nggak bersih, ya kalau gaji pas-pasan, operasional pas-pasan, ya repot juga gitu,” tutupnya.

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik