Munir Tagih Komitmen Jokowi

Munir Tagih Komitmen Jokowi
Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

Ulasan PersUntuk mengingatkan bahwa pasca peristiwa meninggalnya Munir pada tanggal 22 Desember 2014, Presiden RI saat itu mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 111 Tahun 2004 tentang Pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Munir.

Keppres tersebut memuat poin 9 berbunyi: Pemerintah mengumumkan hasil penyelidikan Tim kepada masyarakat.

Namun, setelah masa tugas Tim TPF kasus berakhir, hingga saat ini pemerintah juga belum secara resmi mengumumkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim kepada masyarakat.

Oleh karena belum diumumkannya dokumen laporan TPF, KontraS bersama dengan istri almarhum, Suciwati, pada tahun 2016, mengajukan upaya hukum melalui sengketa informasi publik hingga proses Kasasi di tingkat Mahkamah Agung.

Pula, pada tanggal 12 Oktober 2016, melalui Juru Bicara Presiden, Johan Budi menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memerintahkan Jaksa Agung untuk mencari keberadaan dokumen laporan TPF Munir.

Perlu diingat bahwa terlepas dari hasil putusan MA Nomor 241 K/TUNKI/2017 terkait dengan permohonan Kasasi Putusan PTUN Nomor 33/G/KI/2016/PTUN-JKT tanggal 17 Februari 2017, pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk mengumumkan dokumen laporan TPF Munir.

Oleh karena itu, KontraS bersama Suciwati dan sejumlah lembaga akan menagih komitmen Presiden Jokowi dalam penuntasan kasus pembunuhan Munir yang belum dipenuhi hingga saat ini, dengan melakukan siaran pers pada esok hari, Kamis (26/4/2018) pukul 14.00 di kantor KontraS.

Pemerintah TIDAK BISA terus-menerus mengelak dari tanggung jawab ini. Karena jelas-jelas dokumen itu sudah diserahkan pada 24 Juni 2005 sebanyak 7 rangkap kepada Presiden RI, Setneg, Seskab, Menkopolhukam, Kapolri, Kepala BIN, dan Jubir Presiden.

*Cheapstory @KontraS

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!