Nasdem Lebih Suka Calon yang Pernah Terjerat Isu Korupsi daripada Bermulut Kontroversial

Nasdem Lebih Suka Calon yang Pernah Terjerat Isu Korupsi daripada Bermulut Kontroversial
©Suara Tangsel

Alih-alih yang bermulut kontroversial, Nasdem justru berencana mengusung calon yang pernah terjerat isu korupsi.

Nalar Politik – Ketua Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Wilayah Jakarta-Banten, Effendi Choirie, menilai Komisaris PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak perlu lagi maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2024 mendatang.

Meski berpengalaman menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014-2017, menggantikan Joko Widodo yang maju dan terpilih sebagai Presiden di Pilpres 2014, karier politik Ahok ia nyatakan sudah selesai.

“Bagi kami, bagi Nasdem, Ahok selesai. Paling tidak menurut saya lah. (Ahok) gak perlu lagi memikirkan atau bermimpi jadi Gubernur DKI. Itu kan masa gak boleh kita punya pemikiran itu,” kata Gus Choi, Jumat (7/1).

Daripada bakalan membuat heboh lagi dan kembali memicu kontroversi seperti dulu, Gus Choi beranggapan lebih baik Ahok fokus mengurus Pertamina saja.

Menurutnya, Jakarta saat ini hanya butuh pemimpin yang tidak kontroversial demi menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

“Pemimpin diharapkan mulutnya terjaga. Kita enggak ingin terjadi mulutnya terus-menerus kepeleset dan ditafsir berbeda. Kita enggak ingin hiruk pikuk lagi seperti waktu itu.”

Alih-alih Ahok, Nasdem justru berencana mengusung eks Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Walau pernah terjerat isu korupsi, sosok Airin dinilai pas untuk mendampingi Bendahara Umum Nasdem Ahmad Sahroni. Yakni, sebagai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di Pilkada 2024 ke depan.

Baca juga:

Khusus Airin, ia melihat kinerjanya sewaktu memimpin Tangerang Selatan patut diperhitungkan.

“Ketika (Airin) memimpin Tangsel kan enak, teduh damai.”

Diketahui, dalam sepuluh tahun kepemimpinannya di Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany pernah memiliki permasalahan besar. Permalasahan tersebut adalah kasus korupsi alat kesehatan yang melibatkan suami Airin, Tubagus Chaeri Wardana.

Pada sidang pembacaan dakwaan untuk Tabagus Chaeri Wardana, muncul nama sang istri. Airin disebut ikut menerima uang “koordinasi” proyek pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten. Anggota DPR RI dari PDIP Rano Karno waktu itu pun terseret.