Negeri Rantau Terlalu Berbahaya

Negeri Rantau Terlalu Berbahaya
©Pixabay

aku ingin pulang, negeri rantau terlalu berbahaya…

Pecundang

hari merangkak perlahan
awan tak tampak di angkasa
tampak bersih seakan tuhan baru saja menyapunya

perjalanan seakan tampak melelahkan
kadang terlintas untuk pulang
menemuinya agar hilang segala derita
biarlah menjadi pecundang
biarlah menjadi yang kalah
tak mampu lagi ku bertahan

di ujung jalan kucoba merenung
saat matahari pulang ke pangkuan
kala burung menghias langit
berlalu sambil mencibir
dan aku masih berdiri
pikirku untuk pulang
biarlah jadi pecundang

Rapuh

Ia terlahir
Sepasang mata hitam bulat
Tangan terkepal
Kaki menendang
Ia berucap “aku siap mengguncangkan dunia”
Tak sadar diri, ia rapuh lagi tak berdaya

Segala musim berganti
Pohon kaktus kini tak lagi tumbuh di pekarangan
Kunang-kunang semakin sepi di kala malam
Di kala katak masih tetap bersua saat musim penghujan
Semua berganti, bahkan kini angkasa menghitam
Karapuhan makin tampak

Entah di mana awalnya
Penantang begitu rapuh
Disangka ia bisa menendang bumi meninju langit
Di kala air mata meleleh, ia bisa bersama hujan
Di kala tangis berdengung, ia bisa bersama petir

Saat hendak pulang
Ia bisa berucap, “rindu membakar di dada”
Di kala itu di sudut tak terlihat
Ada denyut yang tak berhenti
Hingga hentakan menghantam
Tersadar diri rapu lagi tak berdaya.

Negeri Rantau

Aku ingin pulang
Negeri Rantau terlalu berbahaya
Mereka yang kukenal seakan siap membunuhku tiap saat
Lidah mereka siap menggorok kapan saja
Membunuh siapa pun penghalang langkah penuh ambisi

Bagi mereka hidup adalah perkara pertandingan
Tak heran bila mereka begitu rakus
Memakan bangkai hingga tai
Meminum nanah, menghisap darah

Aku ingin pulang
Negeri Rantau terlalu berbahaya
Tak ada kawan di negeri ini
Kawan di sini adalah lawan yang tertunda
Pelukan hangat bisa menjadi air mata
Senyuman bisa menjadi mata pisau

Aku ingin pulang
Negeri rantau terlalu berbahaya
Tak ada tangan tulus
Uluran pertolongan di hitung rupiah
Tak berdaya berarti derita tak berkesudahan
Lalu bersiaplah menjadi mayat busuk
Tak dihiraukan dan menjadi hina

Sudahilah perjalanan
Negeri rantau terlalu berbahaya

Latest posts by Fadimura (see all)