Niat Baik, tapi Sangat Berlebihan

Niat Baik, tapi Sangat Berlebihan
Iklan Rabbani

Nilai dakwah akan sirna, ditolak oleh mereka yang didakwahi, jika niat baik hanya dilakukan dengan cara yang tidak baik. Hasilnya? tentu kosong tak berisi.

Nalar WargaKata orang, “Kapitalisme era radikalisme: Jika agama berselingkuh dengan kapitalisme, maka cara promosi sebuah produk bisa menjadi sangat kejam, tak punya hati.”

Di era ketidakjelasan saat ini, saya meng-iya-kan jika ada seseorang ingin terkenal dan produknya laku keras, maka bungkuslah ia dengan agama. Kebodohan pun jadi tidak tampak jika ada agama meng-cover-inya.

Lihat saja brosur produk ini, konsumen terus dirayu untuk membeli produk dengan ‘ancaman’ kitab suci, ancaman tidak Islami, ancaman neraka jika tidak membeli produk semacamnya. Sangat menyedihkan. Sangat memprihatinkan. Sangat disayangkan.

Kedewasaan dalam beragama di negara ini masih sangat perlu dipupuk kembali. Merasa paling religius dibanding yang lain, akan menjadikan benih-benih radikal terus bermunculan. Akhirnya, surga-neraka terus dikapling-kapling oleh mereka. Serasa kekuasaan mutlak dan keadilan Tuhan tidak ada gunanya.

Mari kita mendakwahkan Islam dengan lebih santun. Jangan mendakwahkan keagungan Islam dengan cara memperolok orang atau umat lain. Sehingga, mimpi “dakwah bil hikmah” di negeri ini hanya sekadar simbol tak ada guna.

Nilai dakwah pun sirna, ditolak oleh mereka yang didakwahi. Karena niat baik dengan cara tidak baik, hasilnya tentu kosong tak berisi.

Menjadi ‘smart muslim’ di era ‘smart phone’ sangatlah diperlukan.

*Ahmad Syofiyuddin Ichsan

___________________

Artikel Terkait:

    Warganet

    Pengguna media sosial
    Warganet

    Latest posts by Warganet (see all)