Orang Gila dan Normal

Bimbingan Konseling (BK) di sekolah seringnya hanya memperbaiki anak-anak yang memiliki kencenderungan antisosial[2]. Mereka tidak menuntaskan kewajiban mereka untuk menjaring anak-anak yang memiliki kecenderungan atau potensi gangguan mental.

Dengan ini, aku yakin sebagian gaji para guru BK adalah haram. Mungkin guru-guru BK terlalu malas untuk memangkas potensi gangguan jiwa pada siswa-siswi yang padahal itu adalah tugas mereka.

Dan bukankah ini adalah salah satu bentuk kebiasaan orang normal yang gila juga? Karena mereka membiarkan anak-anak yang memiliki potensi gangguan jiwa, untuk tidak diobati, dan dibiarkan begitu saja.

Apakah hal ini bisa kau rasai sebagai sesuatu yang normal?

Bayangkan tugasmu adalah mencabuti tanaman-tanaman liar. Tetapi yang kau cabuti hanya rumput teki. Tanaman liar lain seperti anting-anting, meniran, rumput mutiara, alang-alang, dan lain-lain tak kau cabuti. Bukankah dengan ini, profesimu sebagai pencabut tanaman liar sudah gagal, atau setidaknya, belum tuntas?

Tetapi kau tetap menerima gaji secara penuh, meski yang kau kerjakan tak sampai separuh. Dan kau amat yakin gajimu sepenuhnya adalah halal. Dan sebuah dosa besar jika kau mencabut bunga yang kau kira tanaman liar. Maka aku bertepuk tangan untuk kalian, para O-ON. Karena kalian lebih gila daripada orang bergangguan mental.


[1] Daging manusia.

[2] Antisosial sering tertukar dengan asosial. Antisosial adalah mereka yang anti terhadap sosial dan cenderung melanggar aturan-aturan. Dan asosial adalah mereka yang cenderung menarik diri dari masyarakat dan tidak bersosialisasi.

Baca juga:
Arham Wiratama
Latest posts by Arham Wiratama (see all)