Organisasi Daerah Menjawab Masalah Pendidikan

Organisasi Daerah Menjawab Masalah Pendidikan
Ilustrasi: IST

Dalam pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab yang harus diemban oleh negara. Di sinilah peran negara dalam menjawab masalah pendidikan.

Founding fathers kita meyakini bahwa untuk mencapai negara yang sejahtera, harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Bagai menanam padi, pendidikan merupakan lahan yang berfungsi menumbuhkan bibit untuk masa depan bangsa.

Menjawab masalah pendidikan merupakan kebutuhan alamiah manusia untuk hidup di dunia. Hal itu digariskan oleh tuhan yang menciptakan manusia berbeda dari mahluk lainnya. Dengan kemampuannya berpikir, manusia diberi tugas oleh tuhan sebagai khalifah fil ardh. Manusia dipercaya oleh tuhan untuk mengatur kehidupan di dunia guna terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi penghuninya.

Pendidikan memberikan dampak yang signifikan terhadap peradaban manusia. Dahulu, keberlangsungan hidup manusia bergantung penuh terhadap pemberian alam. Kebesaran alam saat itu tidak mampu diimbangi dengan kekuatan yang dimiliki oleh manusia.

Kondisi tersebut memengaruhi perilaku manusia terhadap alam. Masa itu, manusia sangat menghargai alam. Berbagai ritual dijalankan manusia untuk mendapat kemurahan dari alam. Tingginya ketergantungan terhadap alam pada masa itu mengilhami manusia untuk menciptakan agama animisme dan dinamisme. Manusia berkeyakinan bahwa terdapat roh yang menguasai dan mampu mengendalikan alam.

Hingga saat ini, tradisi seperti itu masih banyak dilakukan oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan. Contohnya bisa kita lihat ketika petani mengawali masa tanam padi. Mereka masih menggunakan sesajen untuk memperoleh hasil panen yang maksimal. Petani masih meyakini bahwa ada roh bernama dewi sri yang mengatur alam dalam bidang pertanian.

Tetapi, tradisi semacam itu tidak masif dilakukan oleh masyarakat kota. Mereka yang kebanyakan lulusan pendidikan formal menjadikan mereka tidak yakin terhadap kebenaran yang bersifat metafisik. Hal ini dikarenakan ilmu pengetahuan modern bersifat positivis dan empiris. Mereka tampak enggan menjawab masalah pendidikan.

Perkembangan ilmu pengetahuan hari ini mempengaruhi sikap manusia dengan alam. Kemajuan ilmu pengetahuan modern mampu membantu manusia untuk menguasai alam. Sekarang, manusia dapat dengan leluasa mengeksploitasi alam untuk memenuhi kebutuhannya.

Di zaman modern ini, mayoritas masyarakat menganggap bahwa alam tidak lagi sakral. Kebesaran alam yang dahulu menguasai manusia, sekarang berbalik. Manusia dengan serakah memeras kekayaan alam tanpa mempertimbangkan dampak buruk atas kerusakan alam. Di sini yang perlu diingat adalah: yang melakukan semua itu adalah manusia berpendidikan.

Lantas, jika dikaitkan dengan cita-cita UUD 1945, sudah sesuaikah pendidikan yang kita miliki hari ini? Pastinya tidak. Pendidikan yang dicita-citakan oleh founding fathers kita adalah pendidikan yang mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Faktanya, kaum terdidik hari ini lebih berorientasi untuk memenuhi kepentingan pribadi daripada kemaslahatan bersama.

Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah, seperti apa pendidikan yang ideal untuk bangsa Indonesia? Mengikuti tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara, menurutnya, pendidikan harus seimbang antara ilmu pengetahuan dan penanaman kebudayaan. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa pendidikan kita hari masih kurang dalam penanaman kebudayaan kepada peserta didik.

Organisasi Daerah Menjawab Masalah Pendidikan

Organisasi Daerah, sebagai ruang berkumpul mahasiswa dengan latar belakang tempat asal yang sama, harus menjadi ruang produktif bagi anggotanya. Orda harus menyediakan ruang dialektika pengetahuan untuk menjadi bekal para anggotanya. Langkah yang dapat diambil oleh Orda adalah menyediakan ruang pendidikan alternatif untuk melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh perguruan tinggi, yaitu pendidikan kebudayaan.

Penguatan pengetahuan tentang kebudayaan berguna untuk menjaga setiap anggotanya dari pengaruh negatif dari lingkungan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk pembekalan diri anggota Orda yang jauh dari kontrol keluarga. Selain itu, pengetahuan kebudayaan dapat memberi keyakinan bahwa mereka memiliki kekayaan daerah yang patut dibanggakan.

Yang harus dipahami bersama adalah ancaman kepentingan ekonomi politik terhadap daerah dari para investor besar. Investor cenderung melirik kekayaan sumber daya alam daerah untuk dijadikan bahan komoditas. Yang harus diwaspadai adalah, pemodal memiliki tangan besi yang siap merebut SDA yang diinginkan.

Lihat juga: Organda Bisa Serius?

Selain itu, kepadatan penduduk dan sempitnya lahan di perkotaan memungkinkan perusahaan untuk pindah ke daerah-daerah yang dikira memiliki lokasi strategis. Kota dengan jalur transportasi yang sering macet mengakibatkan terhambatnya kelancaran produksi dan distribusi sebuah perusahaan. Selain itu, rendahnya upah masyarakat daerah juga menjadi pertimbangan perusahaan untuk pindah ke daerah-daerah.

Maka dari itu, orda harus mampu membaca realitas sosial-ekonomi-politik di daerah asalnya. Sebagai putra daerah yang memiliki pengetahuan luas, mahasiswa Orda memiliki tugas penting untuk menjaga daerahnya. Mahasiswa Orda harus siap menggelar aksi perlawanan jika ada oknum yang mencoba mengeksploitasi masyarakat maupun alam di daerahnya.

Selain mempertahankan, mahasiswa Orda juga harus memajukan potensi yang dimiliki daerah. Dengan keberadaan orda di kota besar, Orda dapat berperan sebagai broker untuk menyambungkan ke pihak-pihak yang mendukung kemajuan daerah. Selain itu, komunikasi dengan pemerintah daerah juga harus dijaga untuk saling mendukung kemajuan orda dan daerah.

#LombaEsaiMahasiswa

*Moh Ainun Najib, Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga; anggota Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP); Kader PMII Cabang DIY; Anggota Forum Komunikasi Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI)

___________________

Artikel Terkait:
Latest posts by Peserta Lomba (see all)