Organisasi Daerah sebagai Alternatif Gerakan Mahasiswa dalam Pembangunan

Organisasi Daerah sebagai Alternatif Gerakan Mahasiswa dalam Pembangunan
Ilustrasi: bumirakyat

Organisasi daerah menjadi alternatif gerakan mahasiswa sekaligus pengganti keluarga yang mampu menjaga dan membantunya selama di perantauan.

Jika seorang mahasiswa dipilih acak dan diminta menyebutkan beberapa nama organisasi di kampusnya, kecil kemungkinan organisasi atau himpunan mahasiswa daerah akan disebutkan di awal-awal. Bahkan organisasi semacam itu mungkin saja tidak disebutkan sama sekali.

Organisasi mahasiswa daerah adalah organisasi yang beranggotakan sekumpulan mahasiswa yang berasal dari daerah yang sama dan memiliki tujuan yang sama. Ironisnya, saat ini organisasi jenis ini cenderung kurang diminati. Ia dianggap kurang menunjang masa depan dibandingkan organisasi intra kampus.

Masalah bertambah besar karena di beberapa organisasi memiliki arahan kerja yang kurang jelas. Fungsi yang kurang optimal. Anggota kurang terikat. Minim dukungan dari kampus. Hingga rawan dipolitisasi untuk pemilihan daerah.

Padahal, organisasi mahasiswa daerah sangat dibutuhkan mengingat fungsinya sebagai wadah pemersatu sesama mahasiswa perantau. Ia menjadi alternatif gerakan sekaligus pengganti keluarga yang mampu menjaga dan membantunya selama di perantauan. Tetapi eksistensinya sampai saat ini memang masih ada. Terbukti dengan mudahnya organisasi ini ditemukan di kampus-kampus.

Di era yang sangat modern ini, peran-serta dari semua elemen masyarakat, tak terkecuali mahasiswa, tidak dapat dielakkan lagi. Perannya sangat dibutuhkan dalam membangun dan mengelola daerahnya sesuai dengan sumber daya masing-masing.

Mahasiswa pun memiliki peran yang sangat strategis dalam hal pembangunan suatu daerah dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut tercantum secara jelas dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Namun, hari ini, kesadaran akan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa, semisal transformasi pola pikir, belum tersentuh secara maksimal. Khususnya bagi organisasi mahasiswa kedaerahan yang secara institusional sebagai wadah mahasiswa dalam hal memfasilitasi peran strategisnya sebagai organisasi kedaerahan.

Sebagai seseorang yang diharapkan oleh keluarga untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan taraf hidup, menambah wawasan, dan meningkatkan pola pikir, mahasiswa juga punya tanggung jawab. Setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka bisa kembali ke rahim di mana ia terlahir untuk membangun daerahnya masing-masing. Baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, bahkan dalam hal mentransformasi nilai-nilai yang bisa mengembangkan pola pikir masyarakat luas.

Dewasa ini, kita telah menyadari bahwa mahasiswa termasuk dalam kalangan elite. Akan tetapi, hanya segelintir saja dari jutaan pemuda di Indonesia yang berkesempatan menyandang status sebagai seorang mahasiswa.

Tidak semua memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kelas ini. Terlebih lagi realitas yang ada saat ini manakala biaya kuliah yang semakin mahal. Makin sedikit pula yang dapat merasakan hidup di dunia perguruan tinggi.

Mahasiswa merupakan kalangan yang memiliki potensi yang sangat besar untuk melakukan mobilitas ke daerah. Hal itu sudah dilakukan saat mereka resmi menyandang status sebagai mahasiswa. Karena status itu termasuk kelas menengah selepas menyelesaikan proses pembelajaran dan pencarian jati diri mereka di kampus.

Pintu untuk melakukan mobilitas ke daerah itu semakin terbuka lebar. Terlebih ketika seorang mahasiswa daerah terlibat aktif dalam sebuah organisasi kedaerahan yang menjadi alternatif gerakan sekaligus wadah untuk melihat daerah di perantauan.

Kenyataan lain yang selayaknya dicermati adalah timbulnya kesadaran mahasiswa sebagai duta masyarakat daerah yang menghimpun diri dalam suatu organisasi kedaerahan. Tentunya, mereka semua diharapkan mampu mengobati kegelisahan akan kurangnya peranan mahasiswa dalam membangun daerahnya.

Organisasi kedaerahan adalah salah satu contoh alternatif gerakan yang harus kita masuki. Karena tidak hanya organisasi ini selalu saja eksis pada tataran kampus, tetapi mereka juga selalu eksis membangun wilayah masyarakatnya, sekarang dan nanti.

Organisasi kedaerahan yang merupakan suatu wadah yang menghimpun mahasiswa dan mahasiswi daerah-daerah tertentu sesuai dengan kesepakatan. Mampu menciptakan kekuatan jalinan antarpersonal lebih kuat dalam dunia kesehariannya. Dan jika kita ada di dalam organisasi tersebut, kita akan mengetahui, menjiwai, merasakan lebih dalam seperti apa karakter, budaya, bahasa yang ada di dalamnya. Bahkan, kita akan mengetahui keadaan sosial di wilayah kita dengan saling berinteraksi dan diskusi.

Besarnya kemampuan dan potensi yang mereka miliki itu sangat diharapkan oleh masyarakat untuk nantinya kembali dan membangun kehidupan bermasyarakat, khususnya di daerah dari mana mereka berasal. Mahasiswa yang merantau seolah-olah menjadi perwakilan daerah untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin kemudian diterapkan dalam pembangunan daerah suatu saat nanti. Peran penting organisasi kedaerahan sebagai Living Organization bagi seluruh mahasiswa yang hidup di perantauan.

Organisasi mahasiswa kedaerahan, selain fokus arah tujuannya, adalah untuk berperan kepada daerahnya. Jangan dulu muluk-muluk kelas mahasiswa bisa membuat sejarah lagi menggulingkan pemerintahan. Untuk daerahnya saja, memberikan kontribusi, berperan untuk kemajuan daerahnya, itu tidak banyak dilakukan.

Padahal, sejatinya, untuk mencetak pemimpin yang berkarakter, seharusnya lebih kuat pengaruh organisasi mahasiswa daerah dibandingkan organisasi formal kampus yang terlalu akademis. Organisasi mahasiswa daerah dihadapkan pada wacana yang memang langsung dihadapkan kepada dirinya, keluarganya.

Apa yang terjadi dengan emak saya di kampung jika ada suatu masalah yang menghampiri daerah? Setidaknya itu yang menjadi hal yang sangat sensitif bagi mahasiswa.

Organisasi mahasiswa kedaerahan memiliki peran strategis dalam upaya mengoptimalkan keberhasilan pembangunan suatu daerah. Khususnya dalam mentransformasikan pengetahuan dan perkembangan teknologi serta pola pikir di daerah sesuai dengan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai religius. Sehingga mampu membangun daerah secara mandiri serta memiliki daya saing dengan daerah yang lainnya.

Dalam menghadapi tantangan serta peluang tersebut, diperlukan revitalisasi peran fungsional organisasi mahasiswa kedaerahan untuk membentuk mahasiswa daerah. Harus peduli dan bertanggung jawab terhadap pembangunan daerah secara cerdas, kreatif, dan inovatif.

Dengan demikian, tumbuh kembangnya kemandirian lokal dapat menunjang upaya keluar dari krisis melalui pemberdayaan otonomi daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi di masa sekarang ini. Sehingga, yang diharapkan ke depan adalah peran mahasiswa kedaerahan. Selain bisa mencetak pemimpin yang berkarakter kuat, juga bisa mendukung mahasiswa untuk menempuh jalur profesional sesuai dengan bidangnya.

Seharusnya organisasi mahasiswa daerah sebagai alternatif gerakan mampu melakukan itu. Karena pemetaan masalah sudah lebih terfokus pada daerah yang lingkupnya lebih kecil dari nasional. Hasil akhirnya, siapa yang mampu memimpin daerahnya menjadi lebih baik, tidak disanksikan jika harus memimpin negaranya pun maka akan menjadi lebih baik.

Sebuah organisasi kedaerahan, seperti Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Jogjakarta (IPMAJU), yang kini membumi di Daerah Istimewa Yogyakarta, hendaknya mampu menyadarkan kita akan arti strategis organisasi kedaerahan dalam mengemban amanah dan cita-cita rakyat untuk membangun daerahnya. Sekaligus arti penting ini menyadarkan organisasi kedaerahan akan tanggung jawabnya, baik secara moril maupun materil, kepada daerahnya masing-masing.

*Muh. Ashar SF, Mahasiswa Fakultas Hukum UMY Angkatan 2013; aktif di HMI Cabang Yogyakarta

___________________

Artikel Terkait:
Peserta Lomba
Peserta Lomba 33 Articles
Peserta Lomba Esai Nalar Politik.