Organisasi dan Pengaruhnya bagi Generasi Muda

Organisasi dan Pengaruhnya bagi Generasi Muda
©IDN Times

Organisasi mempunyai banyak manfaat dalam membangun karakter generasi muda.

Dalam kehidupan remaja di era yang modern ini, semua hal bisa kita lakukan. Semua dampak, baik positif maupun negatif, akan sangat cepat menyebar. Untuk itu, diperlukan benteng yang kokoh dalam melawan arus pergaulan bebas agar cita-cita remaja, khususnya mahasiswa, tetap terlaksana. Untuk hal ini, ia mempunyai dua pilihan, sibuk dan berkarya dalam organisasi atau tenggelam dalam pergaulan bebas.

Perubahan zaman telah terpampang nyata di hadapan kita. Zaman serbacanggih, teknologi sudah sangat maju, hingga semua seakan tak ada batas. Manusia bebas berekspresi, apakah itu baik untuknya ataupun dianggapnya baik namun menyesatkan.

Kita seakan welcome terhadap budaya asing, namun seakan tak kenal pada budaya sendiri. Gaya hidup kebarat-baratan sudah menjadi trendy anak muda masa kini. Membuat nilai luhur menjadi tipis karena terkikis konten tak wajar budaya Barat yang cepat meresap. Hal ini makin dipacu oleh canggihnya teknologi yang makin murah dan maju.

Memang, teknologi ibaratkan pedang bermata dua. Ia bisa melindungimu, tapi di sisi lain juga bisa mencelakakanmu. Media sosial juga menjadi aspek yang paling krusial dalam perubahan karakter bangsa. Di saat pemerintah sedang bersemangat dalam memblokir situs-situs berbau ras, pornografi atau konten yang dilarang lainnya, hal demikian justru dengan mudahnya menyebar di media sosial.

Masyarakat, khususnya anak muda penerus bangsa, dengan sangat mudah mengakses dan mengonsumsi tanpa menyaring konten-konten racun tersebut. Belum lagi ditambah dengan acara di televisi yang makin tidak mendidik. Kualitas tontonan untuk rakyat seperti sangat kurang kualitasnya. Akibatnya ialah hanya pembodohan yang dibalut dengan hiburan tak bermutu dan tiap hari dikonsumsi oleh masyarakat.

Baca juga:

Jika anak muda para calon penerus generasi bangsa sudah diserang dari berbagai sudut oleh racun-racun yang tak disadari, lantas akan jadi apa bangsa ini kelak di kemudian hari?

Beruntunglah kita yang sejak muda sudah mengenal organisasi, baik organisasi sekolah atau kampus maupun organisasi kedaerahan yang sejatinya menyelamatkan kita dari bayang-bayang jurang kehancuran. Dalam organisasi, kita bisa belajar disiplin, bertanggung jawab, dan tenggang rasa dalam musyawarah.

Organisasi juga mengajarkan kita agar mempunyai sifat ingin tahu, ingin tahu dalam beberapa hal. Semisal, tentang hal-hal apa saja yang terjadi dalam dunia politik Indonesia. Mempunyai jaringan pertemanan dalam organisasi juga menjadi bagian tak terelakkan dalam berorganisasi. Dengan mempunyai banyak teman, kita akan mendapat banyak masukan ataupun saling bertukar informasi mengenai berbagai macam hal.

Dewasa ini, sangat mudah untuk masuk dalam dunia organisasi, baik organisasi yang bertemakan politik, agama, atau lainnya. Kita bebas memilih dalam menentukan pilihan sesuai kapasitas yang kita miliki. Tentu saja, tiap organisasi punya kekurangan dan kelebihanya masing-masing. Namun, itu bukan menjadi masalah, karena sejatinya organisasi itu mampu mengubah karakter dan cara berpikir kita untuk menjadi lebih baik dan tentunya lebih kritis.

Maksud dan Tujuan Organisasi

Menurut James D. Mooney, organisasi adalah bentuk dalam setiap perkumpulan atau perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Namun, tujuan bersama yang seperti apa yang dimaksud? Mungkin kita agak sedikit rancu mengenai hal ini. Masing-masing organisasi mungkin mempunyai maksud dan tujuan tertentu yang tentu saja tidak semua mempunyai “kiblat” yang sama.

Namun, semua itu ialah menjadi pilihan, akan masuk ke organisasi yang seperti apa dan apakah kita cukup mengerti dan memahami dalam organisasi yang kita ikuti. Tidak hanya untuk eksis dan menjadi penyimak setia dalam organisasi, namun juga bisa ikut aktif dan mempunyai kontribusi yang cukup bisa diperhitungkan.

Tetapi, tetap saja dalam organisasi tentunya ada dampak baik dan buruk bagi kita. Tergantung diri kita, bisa mengontrol atau tidaknya. Semua kembali kepada cara berpikir dan sudut pandang kita dalam menyikapi. Toh maksud didirikannya organisasi tentunya merangkul seluruh elemen lapisan masyarakat, khususnya generasi muda agar mempunyai sedikit kesibukan dan menggunakan masa mudanya dengan asupan yang bisa membuatnya berkembang.

Dampak Positif Organisasi

Seperti yang telah disebutkan di atas, organisasi mempunyai banyak manfaat dalam membangun karakter generasi muda. Organisasi tidak bisa dipandang sebelah mata, karena banyak para pemimpin bangsa yang lahir dari organisasi. Hal itu memang tak bisa dimungkiri bahwasanya organisasi memang membawa dampak positif bagi kehidupan seperti yang telah tertera dalam visi dan misi tiap organisasi.

Sebagai contoh ialah organisasi kedaerahan yang menaungi para mahasiswanya pada suatu kota atau wilayah. Ia mempunyai struktur kepengurusan organisasi yang jelas dan berkelanjutan. Di dalamnya terdapat ART/ADRT yang konkret serta jobdesc bagi tiap pengurusnya. Secara tidak langsung, hal ini mengajarkan kita untuk bertanggung jawab sesuai tugas yang kita emban.

Belum lagi mengenai kegiatan organisasi yang terjadwal yang mau tidak mau banyak atau sedikitnya pasti akan mengurangi waktu kita untuk bermain, bahkan sedikit menyita waktu belajar. Hal ini justru memaksa kita untuk membiasakan dan bisa membagi waktu dalam hal mana yang akan lebih didahulukan dan mana yang dikerjakan nanti. Tentu saja dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Karena ingat, tugas utama seorang pelajar ialah untuk belajar dan mengurusi organisasi hanyalah selingan di saat senggang.

Namun, jika kita sudah terbiasa dalam melewati situasi tersebut, kita tentunya akan menjadi seorang yang hebat. Hebat dalam arti ialah mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, disiplin, serta peduli terhadap sesama. Karekter diri sudah sedemikian rupa terbentuk dan akan menjadi bekal yang sangat berharga dalam menaungi kerasnya kehidupan, terutama dalam persaingan dalam dunia kerja.

Baca juga:

Dalam kehidupan bermasyarakat juga akan mendapat pandangan yang tersendiri. Seseorang yang aktif di organisasi tentunya terbiasa dengan bersosialisasi. Telah kita ketahui bahwa kita adalah makhluk sosial yang pastinya membutuhkan pertolongan orang lain. Hal ini membuat kedekatan atau bersosialisasi terhadap tetangga atau orang lain menjadi sangat penting.

Memang, organisasi mempunyai dampak positif maupun dampak negatif. Tapi sebisa mungkin kita sebagai kaum intelektual bisa mengoptimalkan waktu muda dengan hal-hal yang positif. Ibarat kata, yang jelek dibuang dan yang baik kita bawa pulang. Bukannya benar bahwa ada ilmu dalam organisasi yang tak bisa kau dapatkan dalam bangku sekolah?

*Arief Pradhana, Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta