Pancasila Mengukuhkan Martabat Bangsa

Pancasila Mengukuhkan Martabat Bangsa
©Media Indonesia

Pancasila Mengukuhkan Martabat Bangsa

Negara kesatuan tentunya mempunyai suatu tatanan politik dalam membangun kesejahteraan. Kesejahteraan bukan dilihat dari suatu fungsi atau upaya dalam politik melainkan sesuatu yang berdasar atas asas dan nilai dari pancasila.

Pancasila sangat bermanfaat dalam politik karena pada hakikatnya, politik adalah manusia atau polis berarti masyarakat. Sistem politik Indonesia hendaknya merujuk pada suatu kekreatifan dan inovatif. Tujuannya, agar dalam politik lebih mengutamakan kehidupan masyarakat universal sebagai suatu penghargaan bagi kemartabatan bangsa, dan bukan pada politik identitas (ras, suku, dan agama).

Karena, untuk memajukan negara harus bersikap terbuka, supaya demokrasi Indonesia bukan berasal dari politik identitas melainkan oleh pancasila yang berasal dari rakyat dan untuk rakyat sebab dalam tatanan politik saat ini lebih mengutamakan politik identitas sehingga kesejahteraan masyarakat semakin mundur dan terhambat akan kemajuan negara. Maka, kepekaan politik harus menyala dan semua warga turut berpartisipasi untuk melihat realitas politik.

Karena itu, melalui suara sang rakyat menentukan pemimpin sejati yang mampu mentransformasikan harapan rakyat menjadi kenyataan dan berkreatif menuju kesejahteraan serta berinovasi mendatangkan hal baru menuju kemajuan bagi masyarakat dan martabat bangsa.

Realitas kinerja kerja berpolitik selalu memposisikan manusia menurut identitasnya. Politik identitas merupakan sesuatu yang kaos dan menghambat kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Masyarakat adalah objek dalam suatu sistem pemerintah untuk mensejahterakan.

Politik identitas merupakan saluran yang kurang sehat maka penggerak Pancasila merupakan hakekat bagi tatanan norma yang berlaku. Pancasila merupakan suatu saluran komunikasi positif bagi kerja sama yang saling merawat  kedamaian. Kedamaian demokrasi merupakan ungkapan kesejahteraan masyarakat dalam memperjuangkan dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila.

Maka, pemerintah diwajibkan untuk mampu mensejahterakan masyarakat seperti yang dikatakan John F Kennedy bahwa “kalau kita tidak bisa mengurus masyarakat banyak yang masih kekurangan, maka kita akan gagal dalam melindungi sedikit masyarakat yang berlebihan”.

Hal ini mengungkapkan potensi bagi orang yang mencalonkan diri sebagai pemimpin. Karena pemimpin yang bijak mampu menjaga kesejahteraan rakyat dan negara serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehidupan bangsa menunjukkan kualitas dalam negara maka masyarakat pun turut berpartisipasi dalam demokrasi supaya yang diutamakan yaitu kemajuan dan kesejahteraan.

Baca juga:

Kemajuan masyarakat merupakan sesuatu yang menjadi keluhuran bagi nilai dan martabat bangsa. Oleh karena itu, pancasila merupakan kekuatan dalam sistem pemerintahan.

Pandangan umum Pancasila merupakan dasar atau asas negara Republik Indonesia. Pancasila terdiri dari dua kata yakni panca dan sila. Panca adalah lima, sila adalah asas atau dasar.

Jadi, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila, yaitu Ketuhanan maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sila-sila pancasila ini menjadi bahan utama untuk membangun negara republik Indonesia dengan mengokohkan nilai-nilai yang tersirat dalam Pancasila. Maka, substansi bangsa Indonesia adalah Pancasila yang menjadi pengikat bangsa untuk terus bersatu dan nilai-nilai Pancasila melukis sebuah pandangan hidup masyarakat dalam ruang public. Tujuannya, supaya setiap individu termotivasi untuk mengambil bagian dalam persatuan dan membangun negara yang kreatif dan inovatif.

Kekreatifan dan inovatif bangsa, tentunya membutuhkan suatu keutuhan yakni persatuan. Salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu sila ketiga, berbunyi “persatuan Indonesia”, sila ke-3 ini mengsimbolkan bagi semua warga Indonesia untuk lebih bersatu dalam menjaga keutuhan negara serta mempuunyai pandangan bersama (communis opinion).

Pandangan ini mempunyai tujuan yang objektif dan absolut (kesejahteraan bangsa dan masyarakat), meskipun identitas berbeda tapi dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” memberi kesan yang konkret yakni Bersatu dan berdemokrasi (rakyat untuk Indonesia dan Indonesia untuk rakyat).

Semboyan “Bhineka Tunggal Ika” merumuskan makna persatuan bangsa. Tujuannya, supaya tidak ada entitas etnis, ras, suku, dan agama. Karena dalam Zona politikus semakin merajalela untuk mengambil kesempatan pribadi dalam politik seperti Monay game (permainan uang) dalam politik, dan pemilahan masyarakat kecil dan kaya. Maka, tidak heran masyarakat luas masih meragukan demokrasi politik tanpa melihat nilai-nilai dalam Pancasila yakni persatuan.

Persatuan pun cenderung mundur disebabkan pesta politik (money game dan politic identity) menjadi penghambat kemajuan bangsa dan negara. Demikian Pancasila berdiri tegak sebagai fundament untuk mengukuhkan martabat bangsa dan menangkal segala penghambat kemajuan negara yakni politik identitas (suku, ras, etnis, dan agama).

Halaman selanjutnya >>>
Damianus Suryo Pranoto
Latest posts by Damianus Suryo Pranoto (see all)