Pandangan Pertama

Pandangan Pertama
©Elite Daily

Aku bisu
Sejak sorot matamu menatap
Sempat mengambil beberapa sadarku
Sudah kubilang
Jangan berkedip di depanku
Sebab bukan hanya rindu yang kan tinggal
Melainkan beberapa hal juga akan menetap

Taman Sari,12 April 2021

Rumah Impian

Rumah kayu ini nyaman, An
Catnya cerah walau tak secerah matamu
Fondasinya kuat walau tak sekuat cintamu
Aromanya nikmat walau tak senikmat aroma parfummu
Hiasannya indah walau tak seindah namamu
Aku berjalan pada setiap sudutnya dan lantai rumah ini tak henti-hentinya bernyanyi
Mengingatkanku kalau ini adalah rumah impianku
Yang ingin kubangun bersamamu, An

Sidorejo, 13 April 2021

Selepas Pesanmu

Terakhir kubaca pesanmu malam ini
Selebihnya handphoneku hening, An
Sebab di sana tanganmu telah bersandar dalam mimpi
Mimpi yang ada dalam setiap kenangan untuk hari ini

Malam terlarut dalam sunyi
Sunyi adalah tempat bagi setiap asa pulang
Pulang ke dalam palung yang kisahnya berakhir pada kasih

Saat ini genteng berzikir dalam diamnya
Jalanan hangat pada dekap malam
Ranting menari pada setiap hembusan asma indah
Dan aku masih gagah dalam matamu

Pemilik kedai dekat rumah tadi bertanya
Ke mana temanmu, Bed, sembari memberi kembalian padaku
Dia sedang menyulam kasih dalam bayangku
Kataku sambil berlalu pulang

Pagarbata, 14 April 2021

Taman

Secangkir kopi menemani pagiku
Yang dalam genggam tangannya masih tersimpan rasa padamu
Surat kabar kuterima darinya
Kala mataku mengembara dalam rimba abjad
Menari dan mencari cari kabarmu
Semua tersedia di beranda kecuali berita tentangmu
Debur ombak sayap merdu
Merambat lembut dalam telinga
Membelai ubun-ubun pantai
Lantas mampukah rasa menjelma bakau
Yang tabah walau ombak menghantam silih berganti
Kini, saat mentari mengambang di pucuk kepala
Bias pelangi terpancar
Tampak dalam taman doamu
An, izinkan aku berdoa untukmu di taman itu

Nurul Jadid, 22 Januari 2021

Hangatnya Pagi

Jam 6 pagi mentari terbit dari matamu
Sinarnya menembus setiap sudut rumah
Ya, aku bangun, An, kataku
Kau menghidangkan seutas senyum
Katamu silakan dimakan

Mataku masih terkantuk-kantuk
Sebab semalam aku berlatih bersama kasih untuk tidur tanpamu
Bayangmu masih terpatri di sana

Kamarku teduh sekarang, An
Lantaran rindang matamu lebih luas dari sinar fajar itu
Kau meghangatkanku dalam dekapmu pagi ini

Pagarbata, 12 April 2021

Latest posts by Syarif Ubaidillah (see all)