Pandangan Publik Jawa Barat tentang Partai, Presiden, dan Gubernur

Pandangan Publik Jawa Barat tentang Partai, Presiden, dan Gubernur
©SMRC TV

Nalar Politik – Bagaimana dukungan publik Jawa Barat terhadap partai politik jika pemilu diadakan sekarang? Seperti apa dukungan warga terhadap calon-calon presiden dan calon-calon gubernur?

Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei terhadap publik Jawa Barat pada 5-8 Februari 2022. Suvei berlangsung lewat telepon.

“Kita menyesuaikan dengan kondisi yang sekarang menimpa Indonesia, yaitu bahwa kita ada di dalam pandemi Covid-19,” kata Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad dalam rilis survei secara virtual di Zoom, 15 Februari 2022.

“Karena survei tatap muka biasanya agak terhambat, kita melakukan survei lewat telepon dengan mempertimbangkan aspek metodologis secara saksama. Dan ini kita anggap sebagai cara yang lebih mungkin kita lakukan di tengah-tengah upaya warga melakukan social distancing,” tambah Saidiman yang sekaligus berposisi selaku panelis.

Diketahui bahwa Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak, sekitar 18 persen dari total populasi nasional. Dengan populasi yang besar, suara pemilih di Pasundan (Tanah Sunda) ini berkontribusi signifikan dalam menentukan peta politik nasional.

Karena itu, kecenderungan sikap dan perilaku pemilihnya, bagi SMRC, penting jadi salah satu pengamatan utama.

“Kita pertama-tama menanyakan tentang evaluasi publik mengenai kondisi ekonomi, politik, dan keamanan.”

Dari sisi ekonomi, SMRC menemukan lebih banyak yang menilai buruk/sangat buruk (34 persen) ketimbang yang menilai sebaliknya, baik/sangat baik (25,6 persen).

Baca juga:

Lain halnya dengan penilaian publik terkait kondisi pelaksanaan pemerintahan. Ada lebih banyak yang menyatakan baik/sangat baik (40,2 persen) daripada yang menyatakan sebaliknya (14,9 persen). Demikian pula untuk kondisi politik: yang menilai positif cenderung lebih banyak (32,3 persen) ketimbang yang menilai negatif (14,3 persen).

Untuk kondisi keamanan, penilaian publik Jawa Barat sangat positif. Yang menyatakan baik/sangat baik mencapai 52,2 persen, sementara sebaliknya, buruk/sangat buruk, di kisaran 16,1 persen.

Pilihan terhadap Partai

Dalam simulasi semiterbuka, PDIP dan Gerindra bersaing ketat di urutan teratas. PDIP mendapat 16 persen, sementara Gerindra 14,8 persen.

“Agak sulit kita menentukan mana yang lebih unggul di antara dua partai ini karena di bawah margin of error selisihnya,” jelas Saidiman Ahmad.

PKS, Golkar, Demokrat, dan PKB masih di bawah 10 persen. Partai-partai lainnya di bawah 3 persen.

“Perlu kita catat di sini bahwa masih ada 32,7 persen warga yang belum menentukan pilihan atau belum menjawab partai mana yang akan mereka pilih ketika pemilu terlaksana sekarang.”

Saidiman turut memperlihatkan perbandingan antara elektabilitas partai pada Pemilu 2019 dan survei SMRC Februari 2022. Tercatat bahwa hanya PDIP yang memiliki dukungan yang relatif stabil ketimbang partai-partai lainnya.

“Tampaknya yang relatif stabil dukungannya adalah PDIP, bahkan ada kecenderungan mengalami kenaikan dari 14,3 persen menjadi 16 persen. Elektabilitas PDIP saat ini masih cukup stabil, sedangkan partai-partai lain cenderung menurun.”

Halaman selanjutnya >>>