Papua Lepas, Pilot Mark Mehrtens Bebas!

Papua Lepas, Pilot Mark Mehrtens Bebas!
©Jubi.id

Refleksi Atas Aksi TPNPB-OPM di Nduga

Pasca tersiar berita disanderanya seorang pilot berkebangsaan Selandia Baru oleh TPNPB-OPM pimpinan Egianus Kogoya di Ndugama, West Papua menimbulkan polemik dan diskursus tersendiri di kalangan dua Kombatan Bersenjata baik TNI-Polri di Kabuh Negara Indonesia dan TPN-OPM di Kubuh perjuangan Bangsa West Papua Merdeka.

Banyak berita tersiar dan kontroversi berkecamuk. Melalui pemberitaan-pemberitaan media baik online maupun cetak kita ketahui bersama bahwa sepertinya negara tidak sedang tenang-tenang. Ada kekhawatiran tersendiri dalam psikologi tata negara di bidang keamanan dan pertahanan.

Negara merasa takut, kalau-kalau Pilot yang disandera itu dilukai, bahkan dibunuh secara keji oleh Egenianus dan kawan-kawan di rimba Ndugama, West Papua.

Sehingga sudah sejak disanderanya hingga hari ini negara masih terus konsisten melayangkan pelbagai treatment guna membebaskan sang Pilot, mulai dari pengiriman Tim Khusus dengan Misi Pembebasan Pilot dan Pembentukan Tim Negosiasi yang terdiri dari masyarakat asli dan beberapa tokoh berpengaruh di Kabupaten Nduga. Apakah treatmentreatment ini mampu membuahkan hasil? Harapannya demikian.

Kenapa TPNPB-OPM Menyandera Pilot Asing?

Pada 7 Februari 2023, kelompok bersenjata TPNPB yang dipimpin Egianus Kogoya membakar pesawat Susi Air dengan call sign PK-BVY yang mendarat di Distrik Paro, Ndugama, West Papua. TPNPB juga menyatakan telah menangkap dan menyandera pilot pesawat itu, Philip Mark Mehrtens.

Pada Selasa, Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom merilis foto dan video pembakaran pesawat Susi Air. Sambom juga merilis video yang menunjukkan Philip Mark Mehrtens bersama pimpinan TPNPB Ndugama, Egianus Kogoya. TPNPB-OPM Komando Nasional umumkan resmi foto dan video bersama pilot New Zealand (NZ), dan Pilot asal NZ baik dan dan sehat.

Hemat penulis, sebelum negara Indonesia, melalui TNI-Polri menyikapi Kasus Pembakaran Pesawat dan Penyanderaan Pilot Asing di Ndugama West Papua lebih jauh dan tersesat sendiri di dalamnya, sudah seyogyanya terlebih dahulu negara memetakan dan memastikan dulu kira-kira apa motif Egianus dan kawan-kawan laskar Rimba Nduga membakar pesawat dan menyandera pilot Philip Mark Mehrtens?

Hal itu sangat perlu sebab besar kemungkinan bahwa pasti alasan dan landasan mendasar yang melatarbelakangi aksi pembakaran dan penyanderaan.

Baca juga:

Sehingga memang perlu diperhatikan motif dari aksi tersebut secara jeli dan saksama. Kemudian barulah ditempuh jalur-jalur resolusifnya berupa pengiriman Tim Khusus, Tim Negosiasi dan lainnya.

Hemat penulis ada beberapa hal yang mengindikasikan terjadinya Aksi Pembakaran dan Penyanderaan;

Pertama, sudah jelas dan terang-benderang sekali kira-kira apa motif dan aspirasi TPNPB-OPM di balik aksi Pembakaran dan Penyanderaan di Nduga, bahkan semua rentetan aksinya sejak tahun 60-an hingga hari ini yaitu UNTUK dan HANYA UNTUK PAPUA MERDEKA.

Dalam Video Konferensi Pers TPNPB-OPM yang berdurasi 2 menit per 12 detik di YouTube, yang dilakukan oleh Egianus dan kawan-kawan pendekar rimba di Nduga bersama Pilot Philip Mark Mehrtens sudah jelas sekali gerangan apa yang melatarbelakangi gerakan aksi mereka (Egianuscs) bahwa; Mereka Tuntut Papua Merdeka, Mereka Akan Bebaskan Pilot Philip Mark Mehrtens Jika Negara Mengakui Kemerdekaan Bangsa West Papua, Mereka Akan Terus Menahan Philip Mark Mehrtens Sampai Papua Merdeka, Mereka Tidak Sedang Cari Makan, Mereka Tidak Sedang Cari Uang Negara, Tapi Sekali Lagi Hanya Demi Papua Merdeka.

Bahkan mengawali konferensi pers itu Pilot Philip Mark Mehrtens sendiri yang secara tegas dan jelas dalam bahasa Inggris menyampaikan Indonesia Harus Mengakui Kemerdekaan Bangsa West Papua. Hal ini mau manandaskan sekaligus menegaskan bahwa Kunci Untuk Membebaskan Pilot Philip Mark Mehrtens adalah dan memang hanyalah kemerdekaan bangsa Papua.

Itu berarti pula bahwa dua treatment yang sedang ditempuh oleh negara (TNI-Polri), yakni Mengirim Pasukan Militer Khusus dan Tim Negosiasi itu dengan sendirinya luntur dan gugur. Bahwa hanya ada satu resolusi yaitu Melepaskan Papua Untuk Menentukan Nasibnya Sendiri sebagai Bangsa dan Tanah Yang Merdeka.

Kita jangan salah bahwa pimpinan TPNPB-OPM pimpinan Egianus di Nduga itu terbukti profesionalisme dalam beraksi secara gerilya. Sehingga pasti ada Marketing politik yang hendak dicapai.

Kedua, Kita harus sadar pula bahwa Nduga adalah zona rawan konflik bersenjata. Sejak 2018 silam daerah itu sudah menjadi target operasi militer Indonesia. Sebagai daerah rawan konflik tingkat tinggi maka pendekatan yang didapatkan dari negara di sisi keamanan juga khusus dan beda dengan daerah Papua lainnya. Semua lini kehidupan hampir semuanya berbasis militer.

Halaman selanjutnya >>>
Siorus Degei
Latest posts by Siorus Degei (see all)