Parah! DPR Hanya Mensahkan 4 UU Sepanjang Tahun dari Target Semula 50 RUU

Parah! DPR Hanya Mensahkan 4 UU Sepanjang Tahun dari Target Semula 50 RUU
Era.id

Nalar PolitikKinerja DPR RI kian buruk. Menurut Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), DPR tahun ini hanya bisa melahirkan 4 UU dari 50 Rancangan UU yang semula direncanakan. Ini artinya hanya 8 persen dari pencapaian yang semula ditargetkan.

Padahal, salah satu pekerjaan utama DPR adalah melahirkan UU.

Menurut peneliti Formappi, Lucius Karus (Warta Kota, 24 November 2018), capaian ini menunjukkan bobroknya kerja DPR. Bahkan menurutnya, ada kecenderungan tren yang terus menurun dari tahun ke tahun.  Tahun lalu, ada enam UU yang disahkan. Tahun ini hanya empat!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sendiri telah mengidentifikasi berbagai kondisi yang menyebabkan buruknya kinerja DPR.

Banyak anggota DPR yang tampaknya tidak sadar dengan kewajiban mereka melahirkan UU yang akan memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Banyak anggota DPR yang tidak serius merancang UU.

Sebagian dari mereka memilih melakukan berbagai perjalanan karena membawa keuntungan finansial. Sebagian dari mereka justru sengaja memperpanjang proses penyiapan UU karena dana yang akan mereka peroleh akan semakin besar.

Atau penyusunan UU menjadi molor karena ada banyak pihak yang berkepentingan untuk memengaruhi isi UU. Bila pihak-pihak ini merasa dirugikan dengan rancangan UU, mereka akan berusaha memengaruhi para anggota DPR—bahkan dengan uang atau imbalan lain—agar isi rancangan UU tersebut diubah atau dibatalkan. Ini bisa menyebabkan akhirnya RUU tak kunjung selesai dibahas.

Dengan kata lain, rendahnya produk legislasi ini bisa diakibatkan oleh kombinasi: kelalaian, inefisiensi, dan juga korupsi.

Ini harus kita ubah. Jangan pilih lagi para anggota DPR yang menghambur-hamburkan atau merampok uang rakyat. Mari kita bangun Indonesia yang lebih baik.